The Ever-Turning Wheel

The Ever-Turning Wheel

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 29, 2025
WpInfo
Fanfic
Prolog: "Roda berputar, Zaman datang dan pergi, tetapi beberapa cerita tetap sama. Seperti matahari yang terbit dan tenggelam, seperti angin yang berbisik di antara dedaunan, takdir selalu menemukan jalannya kembali." Setiap kehidupan adalah benang yang ditenun dalam pola tak berujung, dan di setiap helaian takdir yang dipintal oleh Takhta Takdir, nama mereka terukir di antara riak-riak waktu. Rand al'Thor-ia selalu menjadi nyala yang membakar kegelapan, obor yang menerangi dunia, bahkan saat cahaya itu mengancam membakar dirinya sendiri. Dalam setiap kelahiran, ia datang sebagai Harapan, sebagai Penebus, sebagai yang Terpilih. Namun, menjadi terang adalah beban yang harus ditanggung, dan dalam setiap kehidupan, api itu selalu menuntut pengorbanan. Di balik cahaya yang menyilaukan, ada bayangan yang selalu setia mengikutinya. Lan Mandragoran-penjaga sunyi, prajurit tanpa mahkota, angin dingin yang berhembus tanpa suara. Ia tidak meminta takdirnya, tetapi ia menerimanya dengan tangan yang terlatih untuk berperang dan hati yang telah lama belajar untuk berpisah. Mereka bertemu. Seperti ombak yang kembali pada pantai, seperti angin yang menemukan celah di antara gunung, mereka selalu menemukan satu sama lain. Mereka mencintai. Bukan dengan kata-kata yang indah, bukan dengan janji yang diukir di atas batu, tetapi dengan kesetiaan yang tak tergoyahkan, dengan kebersamaan yang tidak memerlukan suara. Mereka berpisah. Sebab takdir tidak pernah bermurah hati kepada mereka yang terlalu mencintai. Dan roda terus berputar. Namun kali ini, roda tersendat. Pola yang selalu sama tiba-tiba berubah. Untuk pertama kalinya dalam siklus tak berujung, roda membuat keputusan yang berbeda. Rand al'Thor tidak akan kembali. Dan untuk pertama kalinya, dunia terasa sunyi bagi seorang pria yang selalu hidup dalam bayangan. (A Wheel of Time Fanfiction - Rand al'Thor & Lan Mandragoran)
All Rights Reserved
#371
reincarnation
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Destiny
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • ALZENA (THE GATE UNDER THE WATER)
  • Between Crown and Forest
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • ALTERITY : Jiwa Yang Tak Sama ( Seri 1✅, 2 ✅, 3 ⏳)
  • Darah di Tahta Sunyi

!WARNING Cover dan Semua gambar yang di ambil berasal dari pinterest. MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, UMPATAN, DAN JUGA BEBERAPA ADEGAN 18+ DIHARAP KEBIJAKAN PARA PEMBACA! --- -Karena tidak semua kisah cinta diciptakan untuk berakhir bahagia. Lysandra, sang putri yang dilahirkan bersamaan dengan kematian ibunya, dianggap sebagai pembawa malapetaka dalam istana megah tempat ia tumbuh. Bagaikan diasingkan di rumahnya sendiri-tak pernah benar-benar dianggap ada oleh ayah dan kakaknya, yang menyalahkannya atas hal yang tak pernah ia minta. Dibesarkan dalam bayang-bayang yang dingin, Lysandra hanya memiliki satu harapan sederhana: dicintai. Tiap langkahnya tak pernah disambut; tatapannya tak pernah dibalas. Semua memandangnya sebelah mata, mencibir, dan merendahkan keberadaannya. Namun Lysandra, dalam kepolosan hatinya, memilih untuk memaafkan. Karena ia tahu... dalam naifnya kasih, ia masih berharap-bahwa suatu hari, keluarganya akan melihatnya sebagai manusia. Namun hari itu tak kunjung datang. Justru, pada pesta debut nya-malam yang seharusnya menjadi simbol penerimaan dunia padanya-seorang gadis muncul, mengaku sebagai putri dari sang Kaisar. Di saat itulah takdir menertawakannya secara terang-terangan. Gelar, cinta, bahkan eksistensinya sendiri, seakan eksistensinya dihapus dari halaman takdir. Dan dalam satu malam, dunianya terbalik. "Sungguh cerita yang menyayat hati bukan? namun masalahnya... Mengapa aku kini menjadi dirinya!!?" --- "Setelah semua yang mereka lakukan, kau masih bisa memaafkan mereka?" "Mau bagaimanapun mereka adalah keluarga ku, terlebih, itu semua hanyalah masalalu, Ares." "Kau terlalu naif, terlalu rapuh. Karena itulah, biarkan aku yang melindungi mu." --- "Semoga... di kehidupan berikutnya, kita bisa bertemu lagi. Sebagai dua jiwa yang sama, dalam tubuh yang berbeda. Di dunia yang tak mengenal kata perpisahan..." --- "Bahkan di kehidupan ini juga, aku... tetap kehilangan dirimu, wahai pengantin cahaya ku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines