Prolog:
"Roda berputar, Zaman datang dan pergi, tetapi beberapa cerita tetap sama. Seperti matahari yang terbit dan tenggelam, seperti angin yang berbisik di antara dedaunan, takdir selalu menemukan jalannya kembali."
Setiap kehidupan adalah benang yang ditenun dalam pola tak berujung, dan di setiap helaian takdir yang dipintal oleh Takhta Takdir, nama mereka terukir di antara riak-riak waktu.
Rand al'Thor-ia selalu menjadi nyala yang membakar kegelapan, obor yang menerangi dunia, bahkan saat cahaya itu mengancam membakar dirinya sendiri. Dalam setiap kelahiran, ia datang sebagai Harapan, sebagai Penebus, sebagai yang Terpilih. Namun, menjadi terang adalah beban yang harus ditanggung, dan dalam setiap kehidupan, api itu selalu menuntut pengorbanan.
Di balik cahaya yang menyilaukan, ada bayangan yang selalu setia mengikutinya. Lan Mandragoran-penjaga sunyi, prajurit tanpa mahkota, angin dingin yang berhembus tanpa suara. Ia tidak meminta takdirnya, tetapi ia menerimanya dengan tangan yang terlatih untuk berperang dan hati yang telah lama belajar untuk berpisah.
Mereka bertemu.
Seperti ombak yang kembali pada pantai, seperti angin yang menemukan celah di antara gunung, mereka selalu menemukan satu sama lain.
Mereka mencintai.
Bukan dengan kata-kata yang indah, bukan dengan janji yang diukir di atas batu, tetapi dengan kesetiaan yang tak tergoyahkan, dengan kebersamaan yang tidak memerlukan suara.
Mereka berpisah.
Sebab takdir tidak pernah bermurah hati kepada mereka yang terlalu mencintai.
Dan roda terus berputar.
Namun kali ini, roda tersendat. Pola yang selalu sama tiba-tiba berubah. Untuk pertama kalinya dalam siklus tak berujung, roda membuat keputusan yang berbeda.
Rand al'Thor tidak akan kembali.
Dan untuk pertama kalinya, dunia terasa sunyi bagi seorang pria yang selalu hidup dalam bayangan.
(A Wheel of Time Fanfiction - Rand al'Thor & Lan Mandragoran)
All Rights Reserved