Dua Puluh Lima

Dua Puluh Lima

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 23, 2025
Hidup itu perjalanan. Kadang lurus, kadang belok tajam, kadang juga mentok di jalan buntu. Dan seringnya, kita baru sadar seberapa jauh kita sudah melangkah ketika menoleh ke belakang. Gue percaya, semua orang punya masa lalu yang penuh dengan keputusan bodoh. Buat gue, salah satu keputusan paling bodoh adalah menganggap hidup cuma tentang lari dari kenyataan. Tapi semakin gue tumbuh, semakin gue sadar bahwa hidup nggak sesederhana ngeklik mouse dan ngegas keyboard. Gue jatuh. Gue gagal. Gue kehilangan banyak hal. Tapi di titik-titik terendah itulah gue belajar bahwa setiap orang butuh proses buat jadi lebih baik. Dan proses itu nggak instan. Buku ini adalah perjalanan gue. Dari bocah yang kecanduan warnet, jadi anak yang keras kepala, sampai akhirnya mulai memahami bahwa hidup lebih luas dari sekadar layar monitor.
All Rights Reserved
#613
putihabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If It's You
  • [ON GOING!] Berbisik Ke Bumi
  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • SINDROM KANDAS MENAHUN [Akan Terbit]
  • Angel To Raya (END)
  • Seperempat Aku dalam Dunianya

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines