seperti kucing

seperti kucing

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 6, 2015
Dalam hidup, banyak sesuatu yang tidak diketahui oleh manusia. seperti jodoh dan kematian. Kapan dan dimana hal itu terjadi tidak ada yang tahu, semua terjadi secara spontan. Spontanitas inilah, yang gue alami saat masih kuliah. Tepatnya waktu semester 4. Maklum, sampai detik ini gue belum wisuda. Kejadian ini terjadi saat dosen gue lagi mengajar tentang transmigrasi masyarakat. Gue yang lagi serius-seriusnya belajar, kaget dengan getaran kecil yang timbul dari bagian paha gue. handphone gue bergetar. Dengan sangat hati-hati, layaknya seorang pencuri ulung yang takut ketahuan, gue cabut handphone gue dari saku. Pas gue buka, nyokap ngirim SMS berisi: ‘2hari lagi mama sama iki pindah rumah’ awalnya gue gak ngerespon. Hingga malamnya, pas mau tidur gue telpon nyokap dan menanyakan alasan kenapa harus pindah rumah. Gue: hallo ma?! Mama: iya ini siapa ya? Gue: ini rizal ma ! Buah hati mama (jawab gue sewot) Mama: oh rizal yang tukang kentut itukan ? Gue: lho ? Mama: iya mama Cuma becanda. Kenapa ? Gue: kenapa pinda ma ? Mama: nanti kalo kamu udah disini baru mama ceritain. Gue: tapi ma ? tut..tut..tut ‘Anjrit… pulsa gue abis’ cetus gue kesel. Gue berpikir sejenak, kenapa semua ini terjadi. Gue tiduran, guling-gulingan kekiri dan kekanan sampai gue jatuh dari tempat tidur. Gue mah gitu orangnya. Malam itu gue gak bisa tidur. Gue duduk merenung menatap langit bertabur bintang. Seperti jomblo yang baru di-PHP-in sama gebetan. tak gue ketiduran. bangun-bangun kesiangan. Tiba-tiba nyokap gue nelpon dan bilang kalo mereka udah dirumah baru. Gak ada ekspresi apapun yang gue tunjukkan. Mama: hallo zal, mama sama iki udah dirumah baru. Gue: oh ya udah. (hening) Bagi gue pindah rumah adalah sesuatu yang paling gue benci. Entah kenapa gue juga gak ngerti. Liburan semester kali ini terasa panjang. gue yang gak mau kehilangan moment (boker) dirumah baru, akhirnya hijrah ke kampung halaman. bersambung...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEAJAIBAN IV
  • Two Wedding
  • Crazy Marriage
  • Mr. D [ Kisah Nyata KKN ]
  • My Duchess / End
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • My Wife
  • Abadinya Kisah Jerrom & Affa
  • Unplanned marriage
  • Ayesha Transmigration

Kisruh Semua kejadian berawal di malam minggu. Saat Rendhy pulang dari meeting dengan kliennya. Dia tidak memenuhi janjinya datang ke rumah mama malam itu. Aku gondok. Dan menunggu dia datang di kamar sambil menonton tivi. Rani dan Wira, si kembar sudah kutidurkan dari tadi. Lagipula ini sudah larut. Pukul 10.53 menit malam. Rendhy akhirnya pulang. Masih dengan kemeja yang tadi sore dikenakannya, dia kelihatan sangat capek. Lengan kemejanya sudah tergulung sampai ke siku. Aku sengaja mematikan lampu kamar dan hanya menyalakan lampu tidur yang samar-samar. Suara tv memang ku setel pelan. Rendhy pasti mengira aku sudah tidur. Dia membuka pakaian, mengenakan piyama, terus ke kamar mandi. Sesaat dia naik ke tempat tidur. Aku menyapanya. "Mas, koq pulang malam? Meetingnya lamanya?" Rendhy kaget dan menoleh ke arahku. "Kamu belum tidur", sapanya sambil mengecup keningku. "Ya belumlah, kan aku nungguin kamu. Aku khawatir tadi kamu kenapa-napa. Mau hubungi kamu handphone kamu ketinggalan".

More details
WpActionLinkContent Guidelines