Memeluk Hujan

Memeluk Hujan

  • WpView
    Membaca 359
  • WpVote
    Vote 181
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mei 29, 2025
Tiap peristiwa sendu yang dialaminya, hujan selalu datang seolah ikut merayakan kesedihannya. Semesta seakan mengejeknya. Tapi, ia tidak bisa membenci hujan itu. Ia justru menganggap bahwa hujan adalah teman terbaiknya, yang selalu memeluknya dikala kesedihan mendera. Dan sayangnya, tiap hari yang dilaluinya adalah sebuah kesedihan. Teman? Irish hanya memiliki hujan sebagai temannya. Dan ketika hujan tak lagi datang, ia hanya memiliki dirinya sendiri. Tanpa seseorang di sisinya, dan tanpa cahaya di hidupnya. Tapi percayalah, akan ada cahaya yang menanti dalam setiap kegelapan. Dan, Irish selalu percaya itu. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan cahaya itu. Hidupnya yang awalnya sangat harmonis, tiba-tiba berubah dalam sekejap karena suatu peristiwa. "Di balik semua kenangan buruk yang tersimpan dalam setiap hujan, ada perasaan yang tak bisa membenci." Namun, disaat Irish mulai menemukan kebahagiaannya, ia justru malah terus mendapatkan terror dari seseorang yang tak ia ketahui. Dari situ Irish semakin tak bisa hidup tenang, tapi ia memilih untuk mengetahuinya sendiri saja. Akankah terror tersebut mampu membawa pergi kebahagiaan Irish? Start: Maret 2025 End: - 🏅#1 Irish [14 Mei 2025]
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#637
kesedihan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • I Hate Rain
  • RAVIEL [END]
  • Cerita Tentang Kita
  • Laksana Hujan [completed]
  • Diary Merah ✔
  • Pluviophile: Sang Pencinta Hujan | ✔
  • Kami Selalu Berbeda
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • Destiny Changing Action

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan