Project W/B

Project W/B

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 24, 2025
Konflik, Konflik tidak pernah berubah. Dari sejak sebelum zaman munculnya peradaban manusia, Konflik selalu ada. Tujuannya sama, Yaitu memperebutkan sesuatu hal, tetapi yang berbeda adalah bagaimana konflik itu, Dilakukan? Manusia pada awalnya hanya menggunakan kecerdasannya untuk bertahan hidup. Tetapi sejak peradaban manusia meluas, Insting Teritorial itu kembali meraup dasar kehidupan mereka. Dan dengan kecerdasan, mereka menciptakan Teknologi Perang. Senjata jarak dekat, Senapan, Bahkan Sesuatu yang disebut Senjata Pemusnah Masal. Tetapi Manusia tidak sampai di situ saja, mereka menemukan sebuah teknologi senjata, Tetapi sangat berbeda dan lebih kuat daripada apapun yang pernah diciptakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell)
  • [Rombak] -Kemunculan Planet-planet Baru di Tatasurya
  • INDONESIA 2075
  • Perfect Weapon
  • Esok Yang Lebih Baik
  • Largest Caliber
  • Zenkai: New Z - Volume 1

Tujuh puluh tahun yang lalu, dunia seperti yang dikenal manusia hancur seketika. Sebuah meteorit raksasa menghantam bumi pada tahun 2017, menelan lebih dari setengah populasi manusia dalam kobaran api dan kehancuran. Namun, dari reruntuhan itu, lahir sesuatu yang tak terduga-tujuh batu kristal sakti yang menyimpan kekuatan di luar nalar manusia. Bersamaan dengan munculnya batu-batu misterius itu, dunia yang selama ini tersembunyi mulai memperlihatkan dirinya. Ras-ras lain seperti Ligeria, Arzi, dan Farman, yang selama ini bersembunyi di balik realitas manusia, akhirnya muncul ke permukaan. Namun, pertemuan ini bukannya membawa kedamaian, melainkan awal dari perang yang lebih besar. Farman, ras yang paling ambisius, mulai menaklukkan dunia dengan cara kejam, memperbudak ras lain, dan merebut wilayah yang bukan milik mereka. Di tengah peperangan yang berkecamuk, Raja William Thinkler dari kaum Arzi berusaha menjadi perisai terakhir bagi perdamaian. Namun, takdir berkata lain-ia gugur di medan perang, meninggalkan sumpah yang akan menggema sepanjang zaman. "Hari ini bukanlah akhir, hanya bayangan dari fajar yang belum nyata..." "Saat kelam merangkak mundur, tertimpa cahaya senja yang enggan padam." "Dimana Pantang menyerah masih akan berdiri, di atas ragawi dosa dosa." "Sebilah besi akan terangkat tanpa amarah, dan dari gemuruh pertempuran, suara kedamaian pun terlahirkan." Sebuah janji tertinggal di antara kehancuran, sebuah harapan yang menunggu untuk ditepati. Perang ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah yang lebih besar-sebuah perjalanan yang akan menentukan nasib dunia yang baru.

More details
WpActionLinkContent Guidelines