Bisikan Hujan

Bisikan Hujan

  • WpView
    Reads 7,472
  • WpVote
    Votes 803
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 8, 2025
Setiap kesalahan kecilnya terasa besar, setiap kelelahannya dianggap lemah, dan setiap keluhannya dibalas dengan "Kamu kan anak pertama, harus kuat." Ia belajar menelan kata-kata yang ingin ia sampaikan, belajar tersenyum meski hatinya lelah, dan belajar mengalah meskipun ia juga ingin diperhatikan. Namun, sampai kapan ia harus bertahan? Apakah menjadi anak pertama berarti harus selalu kuat, meskipun dalam hatinya, ia hanyalah seorang anak yang ingin dimengerti? Cerita ini menggambarkan pergulatan batin seorang anak sulung yang dipaksa tumbuh lebih cepat oleh keadaan-menjadi dewasa sebelum waktunya, dan menghadapi beban yang tak selalu ia pilih.
All Rights Reserved
#519
sulung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Detik Ketika Daun Jatuh
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • REDUM
  • A Father's Sacrifice
  • AFKARA [END]
  • Aksara Rasa
  • SULUNG
  • he is Yoongi [END]
  • Sulung

Setiap anak tak pernah meminta untuk dilahirkan. Mereka hadir karena keputusan orang tuanya. Seperti kata Papa dalam buku diary yang ditulisnya, "Kamu bukan kesalahan. Kamu adalah anugerah dan hadiah terindah yang Tuhan berikan. Kamu-Kara Laksana Banyu Alam-anak Papa. Jagoan kecil pemilik hati Papa seutuhnya." Meskipun garis takdir membawa Kara berpisah dengan papa, bahkan sebelum ia sempat mengenali sosoknya, Kara percaya bahwa papa begitu mencintainya. Tanpa syarat, tanpa tapi. Kara tetap menjadi anak yang bahagia, ia bangga menjadi anak papa. Hingga kisahnya harus dimulai ketika ia dikirim ke Bandung, hidup seorang diri di usianya yang masih sangat muda. Berperang dengan segala hal yang membuatnya mengerti apa arti hadir sesungguhnya. Kara yang awalnya tak tahu apa itu rasa "sakit", berakhir menjadi pecandu luka yang membuatnya terperangkap dalam kata "baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines