The Olive Three's Oath

The Olive Three's Oath

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 1, 2025
"Di tanah yang disirami darah dan doa, sebuah sumpah terukir di bawah pohon zaitun. Sebuah janji tentang perjuangan, cinta, dan pengorbanan yang tak akan layu." ... "Kamu kembali," suara Leonel terdengar berat, matanya tajam menatap Maysa yang berdiri dengan gaun panjangnya yang kini berdebu. "Aku tidak pernah pergi," balas Maysa, suaranya bergetar. "Hanya tubuhku yang pergi, tapi hatiku tetap tertinggal di sini." Leonel menghela napas panjang. "Gaza bukan tempat bagi mereka yang ragu. Kau bisa mati kapan saja, Maysa." "Aku dokter, Leonel. Aku di sini untuk menyelamatkan nyawa." Leonel tersenyum miris, matanya menatap langit malam yang hitam pekat. "Nyawa di sini bukan untuk diselamatkan, tapi untuk dikorbankan."
All Rights Reserved
#58
jihad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental, dan seluruh keluarga m
  • SUAMI KAISAR
  • Asmaranala
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Duchess of Valtor
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • The Palace Stewardess

Aveline Rosenthal de Arcyne mati sebelum mahkota menyentuh kepalanya. Dikhianati oleh kaisar yang ia cintai. Ketika ia mengulang kehidupan, Aveline tetap melangkah menuju istana, bukan untuk mengubah nasib, melainkan untuk mengendalikannya. Tunangan itu palsu. Mahkota itu umpan. Dan para pria yang dulu melindungi Seraphielle si gadis bermuka dua. Aveline akan merebut mereka satu per satu. Bukan demi cinta, melainkan demi balas dendam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines