Takdir Tersyair, Hati Terukir

Takdir Tersyair, Hati Terukir

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 196
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 1, 2025
Lulu Mahzayeni, seorang penulis berdarah Minang, menemukan inspirasinya di antara aroma kopi kawa dan gemuruh ombak Pantai Padang. Hanya saja, meski telah menuliskan banyak kisah, hatinya sendiri masih terasa kosong. Takdir membawanya ke Yogyakarta, kota seni yang hidup dalam tiap alunan gamelan dan coretan kanvas. Di sana, ia bertemu Hayzan Layantara, seorang pelukis Jawa yang telah melukis wajahnya jauh sebelum mereka saling mengenal. Seolah takdir telah menulis kisah mereka lebih dulu. Namun, di sisi Lulu, ada Affan Aryas, sahabat sekaligus editornya yang selalu memahami tulisannya lebih dari siapa pun. Satu dengan kuas, satu dengan melodi-dua pria, dua cara mencintai, dan satu hati yang harus memilih. Di antara Minangkabau dan Yogyakarta, di antara kata dan warna, Lulu harus menentukan: Akankah ia mengikuti takdir yang telah tergambar, atau menuliskan jalannya sendiri? "Aku tidak ingin kehilangan sesuatu yang berharga lagi, Lulu" -Hayzan Layantara. start: 25 Maret 2025 End: ... #eventpensivol18
All Rights Reserved
#449
romcom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IF YOU
  • Halal Is My Way[TERBIT]
  • Laskar Jingga
  • Lembayung Cinta di Langit Senja (Terbit Self Publishing)
  • Lawful Love
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Perfect [Malik's Family 2] ✓
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines