(TAK PERNAH) CUKUP

(TAK PERNAH) CUKUP

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 28, 2025
Clarissa Tamara tumbuh dalam kemewahan yang bagi banyak orang tampak seperti kehidupan tanpa cela. Sebagai anak tunggal dari keluarga terpandang, segala kebutuhannya terpenuhi, namun hatinya terasa kosong. Tamara tidak pernah benar-benar merasa cukup, bukan karena harta, tetapi karena setiap langkahnya selalu dinilai salah di mata orang lain. Sejak kecil, Tamara berusaha keras memenuhi ekspektasi. Ia belajar dengan giat, berusaha bersikap sopan, dan mengikuti semua aturan yang diajarkan kepadanya. Namun, tetap saja ada tatapan meremehkan yang menghujamnya seperti duri. Jika ia berbicara, orang-orang berkata bahwa ia manja. Jika ia diam, mereka menganggapnya angkuh. Jika ia mencoba sesuatu yang baru, mereka menertawakan ketidaksempurnaannya. Semakin besar tekanan itu, semakin dalam ia tenggelam dalam keraguan. "Apakah aku memang seburuk itu?" pikirnya. "Kenapa apa pun yang kulakukan selalu salah?" Bayangan dirinya di cermin terasa asing-gadis dengan mata yang dulu penuh cahaya, kini tampak samar dalam kegelapan. Di antara keraguan dan keputusasaan, terselip harapan yang ia genggam erat. Jika saja ia terlahir sebagai seseorang yang lebih berbakat, lebih cerdas, lebih kuat... mungkin dunia akan melihatnya dengan cara yang berbeda. Mungkin mereka akan berhenti meremehkan. Namun, semakin lama ia mengejar harapan itu, semakin ia menyadari sesuatu-apakah kebahagiaannya hanya bergantung pada bagaimana orang lain memandangnya? Tamara harus menemukan jawabannya, sebelum bayangan orang lain menghapus jati dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#388
harapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Felicia> Januari With You
  • Suara Yang Tak Pernah Di Dengar

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines