S2.A SKY WITHOUT THREE STARS

S2.A SKY WITHOUT THREE STARS

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 6, 2025
Setelah melewati berbagai rintangan, Liana berpikir hidupnya akan kembali normal. Tapi kenyataan berkata lain. Musuh yang sebenarnya belum terlihat. Rumor mulai menyebar, bisikan-bisikan makin tajam, dan orang-orang di sekitarnya mulai menunjukkan sisi yang berbeda. Siapa teman? Siapa lawan? Di saat yang sama, Devan selalu berada di sisinya-melindunginya, membantunya, dan tanpa sadar membuat orang-orang mengira mereka lebih dari sekadar teman. Tapi di balik semua itu, ada sesuatu yang Devan sembunyikan. Sesuatu yang bisa mengubah segalanya. Saat kebenaran akhirnya terungkap, apakah Liana siap menghadapi konsekuensinya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • DERSIK
  • Queen Mafia & Demon
  • CEYRON ALLISTAIR
  • ABU-ABU
  • DESTINY BELIEVE OR NOT?
  • Fiana Or Riana [ END ]
  • Repeat Life: Devina Grisyela Mahendra
  • A Reader Who Wants A Happy Ending

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))

More details
WpActionLinkContent Guidelines