PELUK LUKA SENDIRI

PELUK LUKA SENDIRI

  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 27, 2025
Berliana Aurora azalea, anak pertama yang selalu dipaksa menelan pahitnya hidup. Di mata orang tuanya, dia selalu salah. Bahkan saat dia tidak tahu apa-apa, hukuman tetap jatuh kepadanya. Dia pernah disiksa, diseret keluar rumah, dipukul, dan diperlakukan seperti bukan bagian dari keluarga. Namun di luar, Aurora adalah sosok yang biasa aja. Dia cantik, selalu terlihat kuat. Tidak ada yang tahu bahwa setiap malam, dia menangis dalam diam, menyalahkan dirinya sendiri, dan menyimpan luka yang semakin membusuk. Hingga suatu hari, saat dia berada di titik terendahnya, dia bertemu Langit Nevanzy Navary. Seorang pria berusia 20 tahun, CEO sukses, dan tampan. Berbeda dari semua orang yang pernah Aurora temui, Langit melihat luka yang tersembunyi di balik tawanya. "Saya tahu kamu terluka, tapi jangan berpikir kamu harus menanggungnya sendirian." Perlahan, Langit menjadi cahaya di tengah kegelapan Aurora. Dia mengajarkan bahwa hidup tidak hanya tentang menanggung luka, tapi juga tentang memberi kesempatan pada diri sendiri untuk bahagia. Namun, mampukah Aurora yang telah terbiasa dengan penderitaan membiarkan dirinya diselamatkan? ---
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyerah atau Bertahan?
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Between My Revenge and Your Wounds
  • Naura & Lukanya
  • I'M LONELY (REVISI)
  • Terkunci Dalam Takdir
  • Diary Depresiku
  • Waktu?

Nggak semua keluarga bisa di sebut rumah. Terkadang, mereka lah luka pertama bagi seseorang. Orang-orang ingin hidup seperti dirinya, apakah sebagus itu topeng yang dia buat?? Ada tangis yang ditahan, ada amarah yang tak bisa di unggkapkan, ada luka yang harus di sembuhkan. Ini bukan cerita tentang mencari kebahagiaan, melainkan bagaimana cara bertahan saat dirinya sendiri ingin menyerah. Jika jalan hidup mu tidak di takdirkan untuk bahagia. Mungkin, kamu takdirkan untuk membahagiakan orang lain. Jangan hukum dirimu sendiri, atas apa yang mereka buat. "Apa aku nyerah aja?" Ucap gadis imut itu. "Menyerah?? Kamu hanya tidak bisa menyadari, bahwa kehadiran mu bisa menerangi kegelapan di hidup orang lain" Jawab pria tampan yang menatap wajah gadis itu penuh kasih sayang". Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk baca sampai habis ceritanya^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines