Langit yang tak lagi Sama

Langit yang tak lagi Sama

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 2, 2025
Ray dan Liana adalah dua remaja yang dipertemukan oleh takdir, berbagi tawa, mimpi, dan kebahagiaan yang seakan tidak akan pernah berakhir. Namun, kebahagiaan mereka diuji ketika Liana didiagnosis dengan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Di tengah kenyataan yang pahit, mereka memilih untuk tetap menjalani hari-hari dengan penuh cinta. Dari tawa di taman hiburan, malam-malam di bawah bintang, hingga momen-momen hening yang berbicara lebih dari kata-kata. Namun, waktu tidak bisa dihentikan. Saat perpisahan tak terelakkan, Liana meminta satu hal kepada Ray-untuk terus hidup dan menemukan kebahagiaan, bahkan tanpanya. Melalui surat terakhirnya, Liana meninggalkan pesan yang tak hanya mengubah hidup Ray, tetapi juga mengajarkannya bahwa cinta sejati tidak berakhir di dalam perpisahan. "Aku tidak benar-benar pergi, Ray. Aku akan selalu ada di setiap senja yang kamu lihat, di setiap bintang yang kamu tatap. Aku akan selalu menjadi bagian dari duniamu." Sebuah kisah menyentuh hati tentang cinta, kehilangan, dan harapan. Bahwa meskipun seseorang pergi, cintanya akan tetap tinggal selamanya.
All Rights Reserved
#854
tangguh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Evans life at School
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Promise
  • WISHES.
  • Dalam Diam | Hiatus
  • ANTARA DOA DAN RASA

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines