Somewhere in Toronto

Somewhere in Toronto

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Somewhere in Toronto, a lonely soul is still searching for a warmth that once was home. ___________________________________________ Musim dingin di Toronto selalu terasa sunyi. Lampu jalan berpendar temaram, memantulkan cahaya ke trotoar yang basah setelah hujan. Angin berembus pelan, menyapu dedaunan yang tertinggal di sudut-sudut kota. Mobil-mobil melintas dalam keheningan, sementara suara langkah kaki terdengar samar di antara kebisuan malam. Di bawah langit yang kelabu, seorang pria berdiri sendirian di depan jendela apartemen. Matanya menatap kosong ke luar, menembus bayangan dirinya sendiri di kaca. Kaleb Evander Moreau-nama itu dulu berarti rumah bagi seseorang. Tapi kini, apartemen yang dulu penuh tawa hanya menyisakan pantulan sepi. Di sisi lain kota, Elara Séraphine Vienne duduk di dalam taksi. Matanya memandangi ponselnya yang tak berdering lagi. Jemarinya gemetar saat menyusuri foto-foto lama di galeri. Kenangan yang seharusnya sudah ia tinggalkan, tetapi malah semakin jelas di kepalanya. "I'm leaving, Kaleb." Kalimat itu terus terngiang di benaknya, menyayat pelan-pelan. Toronto selalu menjadi kota yang menyimpan banyak cerita. Kota tempat dua hati bertemu, mencintai, lalu kehilangan. Dan di antara gedung-gedung tinggi yang berpendar cahaya, dua jiwa yang masih saling mengingat kini terpisah oleh jarak yang tak kasat mata-perpisahan yang bukan karena kebencian, melainkan karena cinta yang tak bisa dipertahankan.
All Rights Reserved
#220
perpisahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • langit biru
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"
  • RUNTUH (Rumah Yang Ingin Utuh) | Selesai
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • LONELY GIRL (A Diary)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines