Somewhere in Toronto

Somewhere in Toronto

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 25, 2025
Somewhere in Toronto, a lonely soul is still searching for a warmth that once was home. ___________________________________________ Musim dingin di Toronto selalu terasa sunyi. Lampu jalan berpendar temaram, memantulkan cahaya ke trotoar yang basah setelah hujan. Angin berembus pelan, menyapu dedaunan yang tertinggal di sudut-sudut kota. Mobil-mobil melintas dalam keheningan, sementara suara langkah kaki terdengar samar di antara kebisuan malam. Di bawah langit yang kelabu, seorang pria berdiri sendirian di depan jendela apartemen. Matanya menatap kosong ke luar, menembus bayangan dirinya sendiri di kaca. Kaleb Evander Moreau-nama itu dulu berarti rumah bagi seseorang. Tapi kini, apartemen yang dulu penuh tawa hanya menyisakan pantulan sepi. Di sisi lain kota, Elara Séraphine Vienne duduk di dalam taksi. Matanya memandangi ponselnya yang tak berdering lagi. Jemarinya gemetar saat menyusuri foto-foto lama di galeri. Kenangan yang seharusnya sudah ia tinggalkan, tetapi malah semakin jelas di kepalanya. "I'm leaving, Kaleb." Kalimat itu terus terngiang di benaknya, menyayat pelan-pelan. Toronto selalu menjadi kota yang menyimpan banyak cerita. Kota tempat dua hati bertemu, mencintai, lalu kehilangan. Dan di antara gedung-gedung tinggi yang berpendar cahaya, dua jiwa yang masih saling mengingat kini terpisah oleh jarak yang tak kasat mata-perpisahan yang bukan karena kebencian, melainkan karena cinta yang tak bisa dipertahankan.
All Rights Reserved
#27
toronto
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • RUNTUH (Rumah Yang Ingin Utuh) | Selesai
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • LONELY GIRL (A Diary)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • SMARA DIKTA
  • MAPS [COMPLETED]

Alenara selalu merasa seperti tidak benar-benar berasal dari dunia ini. Seperti air yang tak kunjung menyatu dengan arus, atau nyala api kecil yang mencoba bertahan di tengah hujan. Hidupnya dipenuhi tanda tanya tentang siapa dirinya, dari mana asalnya, dan mengapa selalu ada keanehan yang mengikuti langkahnya. Namun, sebuah malam mengubah segalanya. Dalam ketakutan, ia diselamatkan oleh sosok asing yang membawa panas yang membakar dan ketenangan yang menenangkan. Dua hal yang seharusnya bertolak belakang, namun justru terasa akrab. Sejak saat itu, Alenara menyadari ... mungkin ia tak sekadar berbeda. Mungkin ia memang ditakdirkan untuk hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika biasa. *** "Stop crying! You're so noisy that it's giving me a headache." "I'm not crying!" "A crybaby, hm?" "I'm not a crybaby!" "Yes, you are." *** [Series 1] *** This story belongs to the heart that wrote it. © Snowveill 2025. All rights reserved. Do not repost, trace, edit, or use without permission.

More details
WpActionLinkContent Guidelines