Enom Ethnic Land

Enom Ethnic Land

  • WpView
    Membaca 74
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadLengkap Sel, Mar 25, 2025
Di sebuah tanah luas yang dijuluki Tanah Etnis Enom, hiduplah seorang pemimpin bijak bernama Enom dan istrinya, Mesipatre. Mereka adalah leluhur pertama yang membangun fondasi bangsa Enom. Dari keturunan mereka, lahirlah delapan suku besar: Bethand, Mandin, Muzi, Yovo, Enavo, Cafko, Evram, dan Ibasah. Awalnya, bangsa Enom hidup dalam harmoni di bawah nilai-nilai yang diwariskan oleh Enom dan Mesipatre. Namun, seiring berjalannya waktu, keserakahan, ambisi, dan keinginan untuk mendominasi menggerogoti persatuan mereka. Setiap suku mulai melihat dirinya lebih unggul, dan konflik kecil berubah menjadi peperangan besar. Tanah Etnis Enom yang dulunya damai kini menjadi medan pertarungan berdarah. Setiap suku berjuang merebut wilayah, memperluas kekuasaan, dan membuktikan siapa yang paling layak memegang kendali bangsa Enom. Persaudaraan yang dulu erat berubah menjadi dendam yang tak berkesudahan. Di tengah kekacauan itu, muncul pertanyaan besar: apakah warisan sejati dari Enom dan Mesipatre adalah kejayaan atau kehancuran? Dan apakah di antara darah dan debu peperangan masih ada harapan untuk kembali bersatu? Tanah Etnis Enom adalah kisah epik tentang ambisi, kekuasaan, dan perjuangan identitas dalam bayang-bayang sejarah yang terlupakan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#23
dramatis
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BINA
  • Tanah yang tak pernah diam
  • You Are My Only One (REVISI)
  • THE MAN SQUAD
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Elara: The Journey Of A Thousand Years
  • saireen : to eternal peace
BINA

(END) "Aku menggadaikan semua bahagiaku dengan taruhan derita seumur hidup. Apa itu belum cukup hingga kalian ingin menambah derita itu dengan kembali mengulang kesalahan kalian dulu?" Di saat aku hanya diam tak bersuara, mereka mengira aku bahagia. Mereka tidak tau jika sebenarnya aku menyimpan jutaan luka yang semakin hari terus bertambah seiring bertambahnya usia hanya untuk kebahagiaan mereka. Aku terima, semuanya. Tetapi jiwaku mulai memberontak kala mereka ingin mengulangi kesalahan yang pernah mereka lakukan padaku. Aku tidak bisa. Aku tidak ingin. Aku tidak akan hidup seperti itu dan berakhir seperti mereka. Start 05-09-2019 End 25-04-2020

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan