Nadhira adalah putri dari Ahmad Syarif Rahman dan Salma Khairunnisa Azizah. Berbeda dari gambaran gadis lembut, Nadhira justru dikenal sebagai anak yang random, polos, sedikit bar-bar, serta gemar membaca novel dan mengikuti dunia K-Pop. Rasa takut seolah tak ada dalam kamus hidupnya, membuat orang tuanya kewalahan menghadapi berbagai gebrakan yang ia lakukan setiap hari.
Sementara itu, di Pondok Pesantren Ar-Rahmah, yang didirikan oleh KH. Salman Alfatih Rabbani bersama istrinya, Nyai Aisyah Hanifah Alkarimah, tumbuh seorang pemuda bernama Muhammad Zayyan Alfarizi Rabbani-dikenal sebagai Gus Zayyan. Sejak kecil, ia dididik dalam naungan agama Islam dan selalu berusaha berbakti kepada orang tuanya. Bagi Gus Zayyan, ridha mereka adalah segalanya, sebagaimana sabda Rasulullah yang selalu ia ingat:
"Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Jika mau, kau boleh menyia-nyiakan pintu tersebut atau kau boleh merawatnya." (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Karena itu, ia selalu berusaha melakukan yang terbaik demi membahagiakan Umi dan Abinya.
Di balik kisah mereka, ada sebuah ikatan yang tak mereka ketahui. KH. Alfatih dan Bapak Syarif ternyata adalah sahabat sejak kecil, pernah berjuang bersama di pondok pesantren. Kini, KH. Alfatih telah berhasil mewujudkan impiannya dengan membangun pesantren sendiri. Namun, di antara mereka ada satu janji lama-menikahkan anak-anak mereka di masa depan.
Bagaimana reaksi Gus Zayyan dan Nadhira saat mengetahui hal ini?
Todos os Direitos Reservados