Pertemuan yang tak disengaja

Pertemuan yang tak disengaja

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 30, 2025
Semuanya bermula dari sebuah pertemuan sederhana di warung dekat rumah. Ayyara, yang hanya berniat membeli garam, tanpa sengaja bertemu Arya Baskara, tetangganya. Percakapan singkat yang awalnya biasa saja berubah menjadi awal dari sesuatu yang lebih berarti. Setelah pertemuan itu, hubungan mereka semakin dekat lewat percakapan di media sosial. Awalnya hanya sekadar candaan dan membahas hal-hal sepele, tetapi tanpa sadar, kebiasaan itu menjadi bagian dari keseharian mereka. Puncaknya terjadi pada malam sholawatan di balai desa. Ayyara, yang menjadi panitia, dan Arya, yang tampil bersama grup hadrohnya, akhirnya bertemu langsung. Kejadian kecil seperti menitipkan tas, ledekan dari teman-teman, hingga pulang bersama di tengah malam, menjadi momen yang tanpa disadari mendekatkan mereka lebih dari sekadar teman biasa. Namun, di balik semua interaksi itu, ada pertanyaan yang menggantung di benak Ayyara. Apakah semua ini hanya sekadar kebetulan, ataukah ada sesuatu yang lebih dari sekadar pertemanan? Sebuah kisah sederhana tentang bagaimana hal-hal kecil bisa membawa seseorang pada sesuatu yang tak terduga.
All Rights Reserved
#138
cintatakterduga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Halaqah Rasa
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • Waktu?
  • My Lovely Neighbour (TAMAT)
  • 74/366
  • Datang & Pergi

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines