CATATAN RUMAH KECIL

CATATAN RUMAH KECIL

  • WpView
    Reads 655
  • WpVote
    Votes 201
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 27, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Dalam setiap kalimat, ada tangis yang tertahan. Dalam setiap jeda, ada rindu yang tak sempat disampaikan. Cerita ini mungkin bukan tentangmu. Tapi mungkin, seperti aku, kau juga pernah merasa sendiri di tengah keramaian. Pernah pura-pura kuat saat sebenarnya ingin menyerah. Pernah berharap ada seseorang yang mengerti, walau tanpa kata. Aku menulis bukan karena aku sudah sembuh. Aku menulis justru karena aku masih belajar untuk tetap bertahan. Tulisanku emang sengaja beda-beda tiap bab, biar nyesuaiin sama kondisi mereka waktu itu. Kadang kacau, kadang tenang, kadang bahagia dan kadang juga sedih.
All Rights Reserved
#196
catatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • Rajutan Kalimat Rindu
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Di Balik Nama Zella
  • Setia Di Hati (Selesai)

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines