Love In The Night Garden

Love In The Night Garden

  • WpView
    Reads 986
  • WpVote
    Votes 517
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 6, 2025
Malam selalu menjadi waktu favoritnya. Bukan karena ia menyukai kegelapan, tetapi karena di sana, di taman kota yang sunyi, seseorang selalu menemaninya. Pria berhoodie hitam yang datang hanya saat matahari tenggelam. Mereka berbagi es krim, membaca buku dalam diam, dan menikmati kebersamaan yang anehnya terasa nyaman. Namun, ada satu hal yang terus mengganggu pikirannya-siapa pria itu sebenarnya? Kenapa ia hanya muncul di malam hari? Saat akhirnya ia menemukan jawabannya, semuanya berubah. Karena pria misterius itu... adalah orang yang paling ingin ia lupakan.
All Rights Reserved
#7
pensivol18
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • GHOST IN THE WIND [Guardians Of The Lost Child]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Your Converse#Wattys2019
  • Eihoutst (End Without Starting)
  • Come For To Go
  • Mahkota Malam
  • NocturnighT

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines