Kita yang Karam

Kita yang Karam

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 11, 2025
Di balik hujan dan secangkir kopi, sepasang mata membaca luka yang dituangkan dalam kata. Memoar ini adalah perjalanan menyelami hati yang pernah karam-tentang cinta yang patah, mimpi yang tenggelam, dan keberanian untuk menyerahkan diri pada ombak kehidupan. Sebuah catatan jiwa yang berjuang menemukan damai di tengah badai.
All Rights Reserved
#5
bangkitdariketerpurukan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Oh, My Sugarman
  • Karena Aku Tidak Ingin Hilang Tanpa Arti
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • Ada cinta dibalik hujan turun

Aruna lahir di tengah keluarga yang penuh luka, di mana cinta terasa seperti kewajiban, dan rumah menjadi tempat paling sunyi untuk menangis. Dari ayah yang keras, diamnya ibu, bayang-bayang kakak sampai kehilangan yang tak sempat dimengerti... Aruna tumbuh dalam ketakutan, menyimpan trauma dalam diam, dan menyulam harapan lewat kata. Tapi hidup tak selamanya gelap. Dalam sunyi yang ia akrabi, perlahan tumbuh keberanian. Dari menulis puisi di kamar sempitnya, bertemu dengan seorang psikolog yang mendengar tanpa menghakimi, hingga akhirnya menemukan tempat baru untuk bernapas: tulisan. Ini bukan kisah tentang perempuan yang ingin diselamatkan, tapi tentang perempuan yang menyelamatkan dirinya sendiri. Karena luka tak harus hilang untuk bisa tumbuh. Kadang, luka justru menjadi akar dari kekuatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines