Gamelan sukmo

Gamelan sukmo

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 26, 2025
Di Desa Waringin, terdapat sebuah pendopo tua yang dibiarkan kosong. Di dalamnya, tersembunyi seperangkat gamelan kuno yang disebut Gamelan Sukma-pusaka sakral yang dipercaya menyimpan roh-roh leluhur desa. Tak seorang pun berani menyentuhnya kecuali pada upacara tertentu, karena konon, suara yang keluar dari gamelan itu bukan hanya berasal dari tabuhan manusia, tetapi juga dari mereka yang sudah lama mati. Namun, bagi Arya, seorang mahasiswa musik dari Yogyakarta, kisah itu hanyalah mitos yang layak dibuktikan. Bersama Ratih, seorang jurnalis yang tertarik pada budaya mistis Jawa, ia datang ke Desa Waringin untuk meneliti gamelan tersebut. Kedatangan mereka disambut dengan tatapan curiga dan peringatan dari para sesepuh desa. "Jangan sentuh gamelan itu. Jangan bangunkan mereka yang tidur." Tetapi rasa penasaran sering kali lebih kuat dari rasa takut. Suatu malam, Arya dan Ratih menyelinap ke dalam pendopo, jari-jari mereka menyentuh lembaran logam gamelan, memukulnya pelan-dan pada saat itu, sesuatu yang seharusnya tetap terkunci akhirnya terbuka. Malam-malam berikutnya berubah menjadi teror yang tak bisa dijelaskan. Arya mulai mendengar suara sinden merintih di balik dinding rumahnya, diiringi gemerincing lembut dari saron yang seharusnya tidak dimainkan. Bayangan seorang perempuan berkebaya merah sering terlihat menari di halaman rumahnya, gerakannya anggun tapi tidak manusiawi. Ratih mulai mengalami penglihatan mengerikan-ia melihat seorang sinden cantik yang dibunuh secara keji dalam sebuah ritual rahasia, darahnya mengalir di antara alat-alat gamelan yang kini dimainkan Arya. Semakin mereka mencoba mencari kebenaran, semakin nyata kehadiran makhluk-makhluk yang bersembunyi di balik gamelan itu. Semakin dalam mereka menggali masa lalu, semakin dekat mereka dengan sesuatu yang tidak seharusnya mereka ketahui. Gamelan Sukma bukan sekadar pusaka. Ia adalah pintu. Pintu yang telah mereka buka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teror Ribuan Pocong
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • Bayangan di Balik Kabut
  • Bisikan di Malam Hujan
  • Bulan di Atas Borobudur
  • BAYANGAN DI BALIK JENDELA(tamat)
  • KKN: Kutukan Kampung Neraka
  • Malam Teror di Desa Kalangkang

**Sinopsis:** Desa Penari, yang terpencil dan dikelilingi hutan belantara yang lebat, menyimpan sebuah rahasia mengerikan yang terkubur selama berabad-abad. Konon, di bawah tanah desa itu tersimpan sebuah makam kuno yang menjadi tempat peristirahatan terakhir ribuan jenazah tanpa nama, korban wabah penyakit mematikan di masa lalu. Namun, sebuah ritual kuno yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi telah membangkitkan mereka dari peristirahatan terakhirnya. Kini, setiap malam Jumat Kliwon, desa Penari dibanjiri oleh ribuan pocong yang bergentayangan. Mereka bukan sekadar mayat hidup biasa; mereka adalah entitas jahat yang haus akan nyawa, yang bergerak dengan kecepatan luar biasa dan memiliki kekuatan supranatural. Suara jeritan dan tangisan menggema di setiap sudut desa, menciptakan suasana mencekam yang membuat bulu kuduk siapa pun berdiri. Seorang antropolog muda, Arya, datang ke Desa Penari untuk menyelidiki fenomena mengerikan ini. Bersama dengan seorang dukun setempat, Mbah Karto, yang menyimpan rahasia tentang ritual kuno tersebut, Arya harus berpacu melawan waktu untuk mengungkap asal-usul teror ribuan pocong dan menghentikan malapetaka yang mengancam seluruh desa. Namun, mereka bukan hanya menghadapi ribuan pocong yang haus darah, melainkan juga kekuatan jahat yang jauh lebih besar dan mengerikan yang bersembunyi di balik teror tersebut. Setiap langkah yang mereka ambil dipenuhi dengan bahaya, di mana kematian mengintai di setiap sudut gelap. Akankah Arya dan Mbah Karto berhasil menghentikan teror ribuan pocong sebelum seluruh desa Penari lenyap ditelan kegelapan? Atau, akankah mereka menjadi korban selanjutnya dari kutukan mengerikan ini? **Genre:** Horor, Supernatural Thriller

More details
WpActionLinkContent Guidelines