Kursi di Baris Paling Depan

Kursi di Baris Paling Depan

  • WpView
    Reads 470
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 18, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Menjadi yang pertama lahir bukan sekadar soal urutan, melainkan peran yang sering kali harus dijalani tanpa pilihan. Sejak kecil, sulung diajarkan untuk mengalah, memahami sebelum dipahami, dan tetap terlihat kuat meski hatinya lelah. Ia dituntut menjadi contoh, tempat bersandar, sekaligus penopang harapan keluarga. Namun, siapa yang pernah bertanya bagaimana rasanya menjadi yang pertama, tetapi justru sering merasa sendirian? Bagaimana rasanya memikul begitu banyak ekspektasi, sementara keinginan sendiri perlahan menghilang? Di balik gelar anak pertama, tersimpan mimpi yang tertunda, air mata yang tak sempat jatuh, dan suara hati yang perlahan kehilangan tempatnya. Kursi di Baris Paling Depan adalah kisah tentang mereka yang selalu diminta kuat, tetapi diam-diam juga ingin dipeluk. Tentang perjalanan menerima diri, berdamai dengan luka, dan menemukan bahwa menjadi sandaran bagi orang lain tidak berarti harus kehilangan diri sendiri.
All Rights Reserved
#321
anakpertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEGRITLY (Tamat)
  • Lautan Fathaz
  • Aksara Rasa
  • When the Sunflowers Bloom
  • TENTANG KITA
  • Luka 🔞 (HeeKi ft.Sunghoon & Jay)
  • OUR FATE || Against Fate 2 [ Mewgulf ] END ✓
  • Diary Anak Perempuan Pertama
  • Bisikan Hujan

Ini tentang sebuah keluarga, bagi sebagian orang keluarga adalah tempat bersandar paling nyaman, tempat penerimaan yang tulus, tempat belajar paling pertama, tempat untuk menuntun kita dalam mengambil keputusan, tempat cerminan diri, tempat yang paling pas untuk memberikan ketenangan, tempat penasehat andalan, tempat pulang ketika lelah dan juga harta yang paling berharga. Tapi, bagi sebagian orang keluarga adalah sumber patah hati paling menyakitkan. "Kita semua tidak pernah ingin dilahirkan jika hanya untuk dibeda-bedakan." -Soraya Kamalia (Belum direvisi. Masih banyak salah penulisan dan dialog dalam satu paragraf) Start from 07/03/22-01/07/22

More details
WpActionLinkContent Guidelines