We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kursi di Baris Paling Depan

Kursi di Baris Paling Depan

  • WpView
    Reads 452
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 18, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Menjadi yang pertama lahir bukan sekadar soal urutan, melainkan peran yang sering kali harus dijalani tanpa pilihan. Sejak kecil, sulung diajarkan untuk mengalah, memahami sebelum dipahami, dan tetap terlihat kuat meski hatinya lelah. Ia dituntut menjadi contoh, tempat bersandar, sekaligus penopang harapan keluarga. Namun, siapa yang pernah bertanya bagaimana rasanya menjadi yang pertama, tetapi justru sering merasa sendirian? Bagaimana rasanya memikul begitu banyak ekspektasi, sementara keinginan sendiri perlahan menghilang? Di balik gelar anak pertama, tersimpan mimpi yang tertunda, air mata yang tak sempat jatuh, dan suara hati yang perlahan kehilangan tempatnya. Kursi di Baris Paling Depan adalah kisah tentang mereka yang selalu diminta kuat, tetapi diam-diam juga ingin dipeluk. Tentang perjalanan menerima diri, berdamai dengan luka, dan menemukan bahwa menjadi sandaran bagi orang lain tidak berarti harus kehilangan diri sendiri.
All Rights Reserved
#185
harapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sulung || Rami ft. Revehours
  • When the Sunflowers Bloom
  • Inheritance of The Firstborns
  • Lautan Fathaz
  • Is It Home ?
  • OUR FATE || Against Fate 2 [ Mewgulf ] END ✓
  • AFKARA [END]
  • DEGRITLY (Tamat)
  • Aksara Rasa
  • Bisikan Hujan
  • Luka 🔞 (HeeKi ft.Sunghoon & Jay)
  • Diary Anak Perempuan Pertama
  • TENTANG KITA
  • Arah Pulang

[END] "anak perempuan pertama" jadi anak perempuan pertama gak semudah itu, semua menguras air mata, apa apa di pendam, tetapi jadi anak pertama ingin di manja bukan nya di suruh untuk menjadi dewasa di saat usia nya terbilang masih muda, saat ia menyuarakan hati tetap saja selalu salah di mata orang tua nya, anak pertama juga ingin sekali untuk bersandar dan menyuarakan isi hati nya yang selama ini ia pendam. Anak pertama tahu masalah ekonomi, tahu masalah orang tua nya, tahu masalah adik nya, tahu masalah tentang keluarga nya. Lantas, siapa yang mengetahui masalah dirinya sendiri? sudah tentu ia yang mengetahui nya. Di paksa menjadi contoh adik adik nya bukan keinginan gadis berambut blonde itu, gadis yang harus mengubur impian nya demi keluarga nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines