Si Bungsu

Si Bungsu

  • WpView
    Membaca 248
  • WpVote
    Vote 42
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jul 3, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Komedi Romantis
Kehidupan Sehari-hari
Ketegangan
Sebagai anak bungsu dari empat bersaudara, Nayaka Rakai Wisesa sering dijuluki "raja kecil" di rumahnya. Sayangnya, gelar itu bukan sebuah keuntungan. Dengan tiga kakak perempuan dan kedua orang tua yang superprotektif, setiap langkah Nayaka selalu diawasi. Pulang sedikit terlambat? Telepon bertubi-tubi. Mencoba hal baru? Langsung dilarang karena dianggap berbahaya. Hidupnya terasa seperti burung di dalam sangkar emas. Lelah terus diperlakukan seperti anak kecil, Nayaka bertekad membuktikan bahwa ia mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Ia mulai melawan aturan-aturan tak tertulis keluarganya demi mendapatkan kebebasan yang selama ini ia impikan. Namun, rencananya berubah ketika ia bertemu dengan seseorang yang perlahan membuatnya melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Untuk pertama kalinya, Nayaka memiliki alasan untuk benar-benar keluar dari zona nyamannya. Sayangnya, mendapatkan kebebasan ternyata jauh lebih mudah daripada mempertahankannya-terlebih saat keluarga Wisesa siap melakukan apa saja demi memastikan putra kesayangan mereka tetap aman.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#880
chicklit
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DANADYAKSA
  • TOUCHED (End)
  • Constellations From The Room
  • BROTHER'S ANGRY
  • Dear Boss's Daughter
  • LOVER
  • TANYA GENGSI
  • Pak Kos Ganteng (Mr. Boarding House)
  • Sejenak Luka

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan