Leonard

Leonard

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 31, 2025
Di tepi kota, dekat dengan hutan lebat, berdiri sebuah bangunan tua yang terlantar akibat kebakaran. Dindingnya hangus, atapnya berlubang. Di dalam bangunan itu, seorang pria muda berdiri tegak, memandang seseorang yang tampak sangat menderita. Orang tersebut duduk di lantai, tubuhnya dipenuhi dengan memar dan rambutnya berantakan. Sebuah luka besar terbuka dari siku hingga telapak tangannya, yang hanya dibalut dengan kain seadanya yang ditemukan di sekitarnya. Kakinya patah, membuatnya tidak dapat bergerak bebas. Yang lebih menyedihkan, akibat penyiksaan kejam dari pria muda di hadapannya, ia kehilangan kemampuannya untuk melihat. Matanya sudah buta, rusak oleh serangan pukulan batang bisbol yang mengenai wajahnya sehari sebelumnya. Beruntung, pukulan tersebut tidak merusak jaringan saraf di otaknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Les Yeux Bleus
  • KARAFERNELIA
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • THE SECRET OF RELYAN
  • Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN]
  • Moon & Earth || Choi Soobin [Revisi]
  • Renjana [COMPLETED]
  • The Haze Of Love

Johan tahu bahwa ketika mata itu menatapnya, ada yang janggal di sana. Ada rasa kelam yang mendalam dan hasrat yang begitu berat. Nalurinya bisa salah, tapi hatinya selalu benar. Dia ingin menyanggah, tapi jejak napas yang tertinggal di kaca jendelanya malam ini benar-benar menjadi saksi bahwa memang baru saja ada seseorang di sana .... Ataukah ... sesuatu? Terinspirasi dari Twilight Saga. Les Yeux Bleus © 2017 HanHwaRin

More details
WpActionLinkContent Guidelines