Di tengah puing-puing kota Banda Aceh yang baru saja diluluhlantakkan oleh tsunami, Arsa, seorang prajurit muda TNI Angkatan Laut, berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban dan menyalurkan bantuan logistik. Di antara debu dan isak tangis di posko darurat, ia bertemu dengan Nata, seorang jurnalis lapangan yang datang dengan kamera dan mikrofon untuk menyuarakan luka Aceh kepada dunia. Pertemuan mereka tidak dimulai dengan senyum, melainkan dengan ketegangan di tengah situasi kacau yang menuntut kerja cepat. Arsa yang kaku dan disiplin awalnya menganggap kehadiran media hanya menghambat pergerakan tim medis, sementara Nata yang idealis merasa Arsa terlalu dingin menghadapi para penyintas. Namun, saat mereka terpaksa bekerja sama dalam sebuah misi kemanusiaan di pelosok pesisir yang terisolasi, dinding pertahanan mereka mulai runtuh. Di bawah cakrawala Aceh yang muram, Nata melihat sisi lembut Arsa yang mempertaruhkan nyawa demi warga, dan Arsa menemukan kekuatan di balik ketegaran Nata yang tetap menyiarkan berita meski hatinya hancur melihat keadaan sekitar. Namun, tugas tetaplah tugas. Saat Aceh perlahan bangkit, Arsa harus kembali ke kapal perangnya untuk patroli perbatasan, sementara Nata harus kembali ke ruang redaksi di ibu kota. Di dermaga yang luluh lantak, mereka menyadari bahwa meski bencana telah mempertemukan mereka, pengabdian masing-masinglah yang akan menguji apakah rasa yang tumbuh di antara reruntuhan itu mampu bertahan sejauh garis cakrawala.
Arsa Putra Naratama [TNI AL]: Tegas, tidak banyak bicara, namun sangat cekatan. Ia memiliki trauma kecil melihat penderitaan orang lain, yang membuatnya selalu ingin melindungi lebih dari kapasitasnya.
Natasya Caliandra Alverta [Jurnalis]: Cerdas, berani, namun sebenarnya sangat perasa. Ia adalah mata bagi jutaan orang, tapi sering kali lupa memperhatikan kesedihan dirinya sendiri.
"Kata Mami, Dede itu manis, kayak kue."
Perumpamaan yang sering kali Avisha ucapkan. Gadis kecil dengan julukan 'Si manis maniak kue'
Bagaimana jadinya jika Avisha yang sudah nyaman menjadi anak tunggal, harus tersingkirkan secara tiba-tiba hanya kurang dalam waktu semalam?
Avisha tahu bahwa ia sebentar lagi akan memiliki keluarga baru, karena Maminya yang tiba-tiba meminta izin untuk kembali menikah. Namun, yang Avisha tak tahu.. Papa sambung yang di maksud Kirana adalah Papa kandungnya sendiri. Pria yang dulu tega meninggalkan dirinya dan Mami hanya demi wanita lain. Pria yang telah menggores luka terlalu dalam dihati kecilnya.
Kini, Avisha tak hanya harus menerima kembalinya sang Papa, tapi juga kehadiran tiga Kakak laki-laki baru dalam hidupnya.
Tiada hari tanpa kejahilan dari Avisha, dan tiada hari juga tanpa teriakan melengking di setiap sudut rumah.
Berapa lama si kecil Avisha bisa bertahan menghadapi kasih sayang yang tak pernah ia minta? Akankah ia berhasil merebut kembali Maminya seorang diri... atau justru luluh dalam kehangatan keluarga yang tak pernah ia bayangkan?.
𖦹 🎀୭˚ P.E.R.H.A.T.I.A.N ᵎᵎ。🍰𖦹°‧
Sayang, cerita ini sepenuhnya lahir dari imajinasiku sendiri. Setiap alur, tokoh, dan perasaan yang tertulis hanyalah hasil dari pikiranku yang mencoba menyalurkan apa yang terlintas di hati.
Jadi tolong ya, jangan menyalin atau mengambilnya tanpa izin.
𖥻 COVER BY PINTEREST ⋆ ࣪ ִֶָ ◌ ᵎᵎ
[ Publish : 10/10/25 ]
[ Finish : - ]
- RANK -
🥇 in #Kasihsayang [21/11/25]
🥇 in #Keluarga [25/12/25]
🥇 in #Strawberry [23/10/25]
🥇 in #Family [26/12/25]
🥇 in #Lugu [10/11/25]
🥇 in #Cemburu [08/11/25]
🥇 in #Kesayangan [11/11/25]
🥇 in #Gemes [16/11/25]
🥇 in #Possesive [17/11/25]
🥇 in #Adek [09/12/25]
🥇 in #Trauma [01/12/25]
🥇 in #Cengeng [05/12/25]
🥇 in #Cute [08/01/26]
🥇 in #Manja [12/01/26]
🥈 in #Bungsu [09/01/26]
🥈 in #Protektif [12/01/26]