SLOW UPDATE
Emora akan berakhir mati. Semua manusia akan mati. Tapi Emora mati dengan sangat mengenaskan. Ada seseorang yang akan menjadi malaikat mautnya, membunuhnya dengan sangat kejam dimana sebilah katana yang bermula terpajang di dinding berakhir menebas kepalanya hingga terpisah sempurna dari tubuhnya.
Kenapa?
Emora tidak bersalah.
Hanya jalan takdirnya menghantarkan Emora kepada pemuda itu. Memunculkan fakta yang disalahpahami sebagai penghianatan.
Itu adalah ringkasan dari sebuah buku yang Emora temukan pada salah satu lemari buku yang ada di perpustakaan di rumahnya. Bersampul putih dengan judul Destiny bewarna emas. Seperti novel dengan nama tokoh yang sama persis seperti dirinya dan juga orang-orang yang dia kenal. Baik itu Ayahnya, Ibunya, teman-teman hingga pekerja-pekerja di rumahnya, dan yang lebih utama lagi adalah nama lengkap seseorang yang akan Emora cintai.
Awal mula Emora tidak terlalu mempercayai dan menganggap buku tersebut hanyalah sebuah kebetulan. Namun ada salah satu adegan yang Emora ingat dan benar-benar terjadi di kehidupan nyata ini. Seolah apa yang ada di dalam buku tersebut tidak bisa Emora anggap sebuah candaan lagi, seluruh tubuhnya seketika dibuat menggigil pada suatu malam di meja makan keluarga Darmawangsa. Kepala keluarga yakni Iravan Darmawangsa menyampaikan sebuah informasi dimana Emora akan dijodohkan dengan putra tunggal keluarga Mahavira.
Nawang Tara Mahavira.
Emora dan Nawang benar-benar akan bertunangan. Persis seperti apa yang dituliskan di dalam buku tersebut.
Dan Nawang lah yang akan menjadi malaikat maut Emora.