⚠️ TRIGGER WARNING//VIOLENCE, IMPLIED ABUSE AND TRAUMA 📌 DISARANKAN MEMBACA DI RUMAH‼️⚠️
Althasena Samudra selalu menyukai paus.
Baginya, paus adalah makhluk paling sunyi di dunia; besar, kuat, namun memilih tenggelam dalam kesepian yang tak pernah benar-benar dipahami oleh siapa pun. Sama seperti dirinya.
Di balik senyum lembut dan kehidupan yang tampak dilindungi semua kakaknya. Sena menyimpan lautan luka yang tak terlihat. Malam-malamnya dipenuhi mimpi buruk. Kenangan yang seharusnya terkubur justru terus hidup, tentang sentuhan yang merenggut rasa aman, dan tentang hari ketika dunianya runtuh. Saat ia menyaksikan orang tuanya direnggut secara brutal tepat di depan matanya.
Sejak saat itu, hidup Sena tak pernah benar-benar kembali.
Lukisan-lukisannya menjadi satu-satunya cara untuk bernapas, sementara paus-paus yang ia gambar seakan menyanyikan lullaby terakhir bagi jiwanya yang perlahan tenggelam. Namun sekeras apa pun ia mencoba bertahan, trauma itu selalu menemukan jalan untuk kembali-menghancurkan, mengikat, dan menenggelamkannya lebih dalam.
Di antara kasih sayang yang terlalu melindungi dan luka yang tak kunjung sembuh, Sena harus memilih tetap tenggelam bersama masa lalunya atau belajar berenang meski lautan itu terus memanggilnya pulang.
Karena tidak semua yang tenggelam benar-benar ingin diselamatkan.
Dan tidak semua lullaby berakhir dengan tidur yang damai.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang