Kalopsia | Na Jaemin

Kalopsia | Na Jaemin

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 26, 2025
Jika semesta mengatur sebuah pertemuan. Maka, bersiap dengan perpisahan itu di perlukan. Begitulah pandangan seorang Aruna Anastasia. Karena menurutnya hidup hanya perihal menyambut dan mengikhlaskan. Setelah, perpisahan satu tahun yang lalu Aruna tidak benar-benar mengerti apa arti dari pertemuan itu sendiri kecuali hanya untuk menyambut perpisahan. Sebelum seorang Milan Balvero datang. Cowok yang awalnya menjadi teman dekat karena mereka sempat berada dalam kelompok yang sama saat OSPEK. Lalu tiba-tiba datang kembali dengan satu tangkai bunga yang ia ambil dari taman kampus lantas berkata. "Na, sesuatu yang belum di mulai tidak akan pernah bisa berjalan. Mungkin bisa, tapi untuk sampai pada tujuan di perlukan perencanaan, dan sebaik apapun rencana gak akan pernah terjadi jika tidak di mulai. Sampai di sini kamu paham?" Aruna yang saat itu tidak mengerti dengan ucapan Alan tidak menganggapnya. Lantas, Alan mengangguk lalu melanjutkan ucapannya. "Jadi untuk itu. Aruna Anastasia aku meminta kamu untuk bersamaku memulai apa yang belum pernah di mulai. Kita pacaran ya!" Sejak saat itu, Aruna merasa di cintai sedalam Alan mencintai dirinya. Dia tahu pertemuan akan berakhir dengan ke tidak Adilan, namun Aruna akan tetap berusaha untuk menjadikan pertemuannya dengan Alan menjadi suatu keabadian... Atau justru abadi yang menjelma sebagai kenangan?
All Rights Reserved
#113
semesta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALUNA
  • [SELESAI] Jika Tidak Denganmu. Maka Tidak Dengan Orang Lain [Season 1 & 2]
  • AIRen
  • Hi, Pak Dosen!
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • RION IS MY MANTAN!
  • Riuh Dalam Sunyi
  • VALUNA( ON GOING)
ALUNA

Cinta, kadang tak meminta untuk dimiliki. Ia hanya ingin ada, hidup, dan tumbuh, meski tak pernah berbalas. Aluna tahu betul bagaimana rasanya mencintai seseorang dalam diam. Ia tahu seberapa besar rasa itu tumbuh dalam hatinya-tulus, dalam, dan tak bersyarat. Ia mencintainya sepenuh hati, namun tak pernah sekalipun berharap untuk menggenggamnya. Sebab sejak awal, cinta itu ditakdirkan untuk tidak dimiliki. Dalam sunyi, Aluna menyimpan rasa itu. Ia tak pernah mengganggu langkahnya, tak pernah menuntut lebih dari sekadar bisa melihatnya bahagia. Dan saat takdir berkata laki-laki itu akan berjalan bersama orang lain, bukan dirinya, Aluna tidak menyalahkan semesta. Ia hanya menunduk, tersenyum pahit, lalu berdoa-semoga lelaki itu menemukan kebahagiaan yang paling layak, meski bukan bersamanya. Melalui musim-musim yang berganti, Aluna tumbuh bersama luka dan ketegaran. Ia belajar bahwa merelakan bukan berarti kalah. Ia percaya, cinta tak pernah sia-sia jika dijalani dengan hati yang ikhlas. Karena pada akhirnya, ia tetap bersyukur-bersyukur pernah mencintai dengan seutuhnya, meski hanya dalam diam, meski harus melepas tanpa pernah menggenggam. Aluna adalah cerita tentang ketulusan, pengorbanan, dan kekuatan doa. Sebuah kisah yang menegaskan bahwa cinta sejati tak selalu berujung pada kebersamaan, tapi bisa hidup abadi dalam doa yang diam-diam dipanjatkan setiap malam. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines