Buku Harian Lusi

Buku Harian Lusi

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 27, 2025
WpInfo
Poetry
Kutemukan bait-bait indah pada sebuah buku harian tua. Usang, sampulnya berdebu dan kertasnya menguning. Tulisan tangan yang tak asing, terdapat tanda tangan di setiap akhir puisi, aku tersenyum haru. Buku harian ini milik ibuku. Dia, perempuan yang juga pernah muda, mencurahkan perjalanan panjang nya dalam bait-bait indah. Di masa mudanya, ibuku juga bersinar bak tokoh utama. Ibu, abadilah semua puisimu. [Buku ini berisi antologi puisi] [Non fiksi, puisi ini benar-benar milik ibuku]
All Rights Reserved
#91
1999
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kelly Vannesa
  • Relung Hati
  • Rintik jadi Luka
  • JINAI
  • ZEEDIEN  [End]
  • Quotest Bafering's
  • Story Of School
  • AMERTA
  • ALTAR RASA | END ✓ |

Kelly Vannesa adalah seorang gadis SMA yang pernah memiliki sahabat masa kecil. Semua kerapuhan dan kesepian yang ia alami berawal dari lembah perpisahan hingga membuat jarak antara dirinya dan Nathan Oktavian, sahabat kecilnya. Hingga suatu saat bocah bermata teduh itu datang di saat semuanya tak baik baik saja. Waktu merubahnya menjadi seorang pria. Benih-benih yang lama tertanam di hati Kelly bergerak merekah untuk tumbuh, mekar menjadi cinta. Namun, semua menjadi sia-sia di saat ia terlalu naïf menyebut Nathan adalah cinta. Nathan tak lagi menatapnya sebagai seorang sahabat. Seketika ia hina untuk menyentuhnya. "Kau kutemukan dengan senyum lama yang pernah terlukiskan. Tipis, merdu, dan sukar diartikan. Berbendung rindu yang tak tertahankan atau mengulum untuk sebuah perpisahan." ─Kelly Vannesa "Semua cinta itu sama. Tuhan menciptakan cinta itu hanya satu. Tergantung cinta itu diperuntukkan untuk siapa." ─Nathan Oktavian Semuanya ada batasnya, termasuk persahabatan itu sendiri. Sesuatu yang aku sesalkan, aku melanggar batas itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines