Sylin's

Sylin's

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
Berawal Dari Kehidupan Seorang Gadis Bernama Gizzella Ryhnea, Gadis Yang Baru Menikmati Masa Sekolah SMA Dan Memasuki Sebuah Ekskul Beladiri Karate Di Sekolahnya. 2 Bulan Sudah Berlalu Sejak Ia Masuk Sekolah, Ia Akan Menjalani Ujian Kenaikan Sabuk Kuning Karena Gizzella Berbakat Dalam Beladiri Yang Sedang Ia Geluti Tapi Semua Masa Sekolah SMA Nya. Berakhir Di Hari Pengujian Sabuk Kuning Tersebut, Karena Sebuah Ledakan Besar Yang Membuat Kiamat Di Negaranya. Bagaimanakah Kelanjutan Hidup Gizzella Di Dunia Kiamat Tersebut? Nantikan Kelanjutannya Di Perpustakaan Chisana Sakka No Toshokan!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bumi Kelabu
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • Naungan Akhir
  • Grisella Laurensa
  • TRANSMIGRASI QUEENZILLA ( On Going )
  • Villain dari Bintang Jatuh
  • ~END~ | Bertahan hidup dalam kiamat: Saya mengandalkan membaca

Hampir seabad berlalu sejak perang nuklir mengakhiri peradaban. Dunia kini bukan lagi tempat bagi kehidupan, melainkan reruntuhan yang kelam dan membusuk. Langit tak lagi biru-hanya abu-abu yang pekat, menelan mentari dalam tirai kabut nuklir yang enggan sirna. Tidak ada warna yang tersisa, hanya bayangan. Kadang, jeritan datang dari kejauhan-ratapan memilukan dari mereka yang telah kehilangan jiwanya. Tangisan bercampur amarah liar, bergaung di antara puing-puing yang membisu. Lita menelusuri jejak kakaknya di dunia yang telah menelan harapan, menempuh perjalanan panjang yang penuh liku dan bahaya. Ia menyusuri kota-kota mati, hutan beku, dan jalanan sunyi yang menggema dengan langkah mereka yang masih hidup dan raungan mereka yang seharusnya sudah tiada. Di setiap persimpangan, ia menemukan dua jenis manusia-mereka yang masih menggenggam kebaikan dan mereka yang telah kehilangan kemanusiaannya. Beberapa menjadi sekutu, memberi harapan di tengah keputusasaan, sementara yang lain melihatnya sebagai mangsa. Setiap hari adalah pertarungan, bukan hanya melawan dingin, kelaparan, dan rasa takut yang terus membayanginya, tetapi juga menghadapi kengerian yang mengintai dalam gelap. Pencarian ini bukan hanya tentang menemukan kakaknya, tetapi juga tentang bertahan hidup dalam dunia yang tak memberi ampun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines