Our maple grove

Our maple grove

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 27, 2025
Di komplek perumahan Maple Grove, kehidupan para penghuni selalu penuh warna. Dari obrolan santai di depan rumah, acara makan bersama, sampai kejadian-kejadian kecil yang bikin heboh, tidak ada hari yang benar-benar sepi di komplek ini. Setiap pasangan punya kebiasaan unik mereka sendiri-ada yang suka mengadakan pesta makan malam, ada yang terlalu jahil sampai sering bikin masalah, ada yang jadi tempat curhat semua orang, dan ada juga yang masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru. Perbedaan ini sering kali menimbulkan kejadian lucu, kekacauan kecil, atau bahkan momen mengharukan yang bikin mereka semakin dekat. Dari drama pagar tetangga yang kepanjangan, rebutan tempat parkir, arisan yang berakhir dengan sesi curhat panjang, sampai gotong royong yang lebih banyak bercandanya daripada kerja, inilah cerita tentang bagaimana hidup bertetangga tidak pernah membosankan. Kadang menyebalkan, kadang bikin ketawa, tapi di akhir hari, mereka tetap satu komplek-saling membantu, saling menjaga, dan mungkin, diam-diam saling menyayangi. ---
All Rights Reserved
#984
geminifourth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Voiceless Ties [END]
  • THE CLIMB [Completed]
  • NEIGHBOUR NEXTDOOR
  • Haunted dormitory [END]
  • Snow Storm 🔞 Yungi (M-Preg)
  • Tetangga || Choi Yeonjun (✓)
  • Komplek Bomul Permai
  • Betrothed - HyuckRen [VERY SLOW UP]
  • Tetangga | SOOKAI

shininghands September, 2024 COMPLETED ✅️ BXB! homophobic, this is not ur place. Bahasa Indonesia semi baku Alby as Hc (sub) Juan as Jn (dom) Nohyuck | Jendong -♡ Malam itu, dua dunia yang tak pernah bersinggungan mulai menari dalam orbit yang sama. Sementara Alby menenggak gelas terakhir champagne-nya, memutuskan untuk mengemudi sendiri ke pesta berikutnya, Juan menutup pintu bengkel, bertekad untuk membeli sebungkus nasi goreng sebelum pulang. Jalanan kota yang biasanya ramai kini lengang, seolah memberi ruang bagi takdir untuk bekerja. Angin malam berbisik lirih, membawa aroma hujan yang akan segera turun. Di kejauhan, lampu lalu lintas berkedip-kedip tidak beraturan, seperti menghitung mundur menuju momen yang akan mengubah hidup keduanya. Seekor kucing hitam melintasi jalan, berhenti sejenak untuk menatap ke arah di mana dua jiwa yang berbeda akan segera bertabrakan-secara harfiah dan kiasan. Tanpa mereka sadari, setiap detik yang berlalu membawa Alby dan Juan semakin dekat pada titik pertemuan yang telah digariskan semesta, sebuah pertemuan yang akan mengoyak kenyamanan, menguji prinsip, dan pada akhirnya, merajut benang takdir mereka menjadi satu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines