VALERINE : The Endless Hunt

VALERINE : The Endless Hunt

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 19, 2025
Vale tidak pernah menyukai orang asing! Apalagi anak laki-laki aneh yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah kehangatan keluarganya, seolah-olah mengambil alih seluruh perhatian yang kedua orang tuanya berikan. Memberikannya pie apel kesukaan Vale, mengajaknya berkebun bersama, dan memperlakukannya seperti bagian dari keluargannya. Vale sangat membenci anak itu! Ia selalu tersenyum seolah tak merasa bersalah, selalu bersikap manis yang hanya terlihat menjijikan dimata Vale. Menurut Vale ia hanyalah Kurcaci pendek yang tidak bisa berbicara dan hanya bisa berkomunikasi dengan tulisan-tulisan jeleknya, dan yang paling menjengkelkan - ia tidak pernah menyerah untuk mendekati Vale, meski mendapatkan 1000 penolakan ia akan menyiapkan 1001 rencana menyebalkan lainnya. Namun, anak itu menyimpan sebuah rahasia yang sangat besar. Asal usulnya tidak diketahui. Satu-satunya petunjuk tentang dirinya adalah sebuh tato di lehernya "N04" sesuatu yang terasa jauh lebih gelap dan penuh rahasia. Dan ketika mereka akhirnya menyadari kebenarannya, Vale dan anak aneh itu harus menghadapi kenyataan yang lebih mengerikan. Sebuah perjalanan yang penuh bahaya baru saja akan dimulai.
All Rights Reserved
#21
eksperimen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Taste Of Love
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Serat Mandala Sakti: Menjelajah Jagat Tak Berbatas
  • Kamu
  • MISSION : The Unknown Enemy ✔️
  • MY PARTNER (On Going)
  • MCI - Got Him!
  • OVERSHOT

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines