VALERINE : The Endless Hunt

VALERINE : The Endless Hunt

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Vale tidak pernah menyukai orang asing! Apalagi anak laki-laki aneh yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah kehangatan keluarganya, seolah-olah mengambil alih seluruh perhatian yang kedua orang tuanya berikan. Memberikannya pie apel kesukaan Vale, mengajaknya berkebun bersama, dan memperlakukannya seperti bagian dari keluargannya. Vale sangat membenci anak itu! Ia selalu tersenyum seolah tak merasa bersalah, selalu bersikap manis yang hanya terlihat menjijikan dimata Vale. Menurut Vale ia hanyalah Kurcaci pendek yang tidak bisa berbicara dan hanya bisa berkomunikasi dengan tulisan-tulisan jeleknya, dan yang paling menjengkelkan - ia tidak pernah menyerah untuk mendekati Vale, meski mendapatkan 1000 penolakan ia akan menyiapkan 1001 rencana menyebalkan lainnya. Namun, anak itu menyimpan sebuah rahasia yang sangat besar. Asal usulnya tidak diketahui. Satu-satunya petunjuk tentang dirinya adalah sebuh tato di lehernya "N04" sesuatu yang terasa jauh lebih gelap dan penuh rahasia. Dan ketika mereka akhirnya menyadari kebenarannya, Vale dan anak aneh itu harus menghadapi kenyataan yang lebih mengerikan. Sebuah perjalanan yang penuh bahaya baru saja akan dimulai.
All Rights Reserved
#12
agenrahasia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MCI - Got Him!
  • TUAN VILLAINKU~ (Tamat)
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • An Agent FBI who named Aisyah
  • MY PARTNER (On Going)
  • REUNI (Enam)
  • 4Ø4: not found.
  • Serat Mandala Sakti: Menjelajah Jagat Tak Berbatas
  • OVERSHOT

Aksi saling dorong itu tidak berlangsung lama, karena mereka langsung mengepalkan tangan dan meninju satu sama lain. Mereka bergelut, berguling di trotoar, lalu kembali bergulat saling mencengkram tangan dan mencoba saling menjatuhkan. Bahkan wajah mereka sudah ada memar akibat pukulan-pukulan yang mereka layangkan. Entah harus sedih atau senang, tidak banyak orang yang melihat karena kami memang berada di balik mobil. Aku yang sudah tidak tahan dengan pertarungan mereka akhirnya memutuskan untuk memisahkan mereka dan menempatkan diriku tepat di antara mereka. "Kubilang hentikan!!" kataku merentangkan tanganku ke wajah mereka masing-masing. ----- Target mereka mulai berani menampakkan wajahnya secara langsung. Tapi untuk menangkapnya, mereka harus berurusan dengan pihak lain yang terhubung dengan tersangka mereka itu. Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Kesamaan latar tempat, waktu, karakter, serta nama tokoh hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan untuk dramatisasi penulisan cerita. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines