Cinta Dalam 100 Hari

Cinta Dalam 100 Hari

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing30m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 30, 2025
Sebuah pertaruhan. 100 hari. Dan seorang gadis yang tidak mudah jatuh cinta. Adrian Hakimi, si kasanova kampus, menerima cabaran untuk membuat seorang gadis jatuh cinta dengannya dalam masa 100 hari. Masalahnya? Sofiya Iman bukan seperti gadis lain yang mudah tergoda dengan senyuman manis dan kata-kata berbunga. Dia bijak, berhati-hati, dan nampaknya langsung tak terkesan dengan kehadiran Adrian. Tapi apa yang bermula sebagai permainan mula berubah. Adrian tak sangka dia yang sebenarnya terperangkap dalam perasaannya sendiri. Bolehkah cinta wujud daripada sebuah pertaruhan? Atau akhirnya, salah seorang akan terluka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gemintang
  • Beneath His Gentle Lies [OG]
  • Lelaki Itu Takdirku
  • Aku Yang Salah [EDITING]
  • Anamoni
  • My Perfect Husband
Gemintang

Gemintang Farhana. Si cantik yang banyak diidolakan lawan jenis itu harus rela merasakan patah hati pertama kalinya karena diputuskan begitu saja oleh Bachdim, cinta pertamanya sejak masa kuliah. Gadis periang dengan wajah rupawan itu tak menyangka, keputusannya untuk pindah bekerja demi melupakan Bachdim justru membawanya pada cinta baru yang memerangkap hatinya. Dialah Amar Dwirangga. Sahabat dari saudara kembarnya sekaligus atasan Gemintang di kantor barunya. Amar dengan segala perhatiannya dengan cepat menyembuhkan luka seorang Gemintang. Namun sayang, di ujung perjalanan justru pria itulah yang terluka karena cintanya tak direstui semesta. Amar dan Gemintang tak pernah menyangka bahwa kisah cinta mereka hanya berujung pada keniscayaan belaka. Dan ini adalah kisah mereka, sepasang kekasih yang saling merindukan tanpa bisa saling mengutarakan. Dimana segala awal yang manis dan begitu indah ternyata tak bisa bertahan hingga selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines