
Mereka bilang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan sulit bertahan tanpa salah satu jatuh cinta. Anaya ingin menyangkal, tapi nyatanya hatinya berkata lain. Sejak kecil, Alvan selalu ada di sisinya, memahami setiap bagiannya yang tak bisa dilihat orang lain. Mereka berjalan berdampingan tanpa pernah berpikir lebih jauh, sampai perasaan itu datang-perlahan, diam-diam, dan semakin mengakar. Setiap senyum Alvan membuat dadanya sesak dengan harapan yang ia tahu mungkin tak akan pernah terwujud. Anaya memilih menyembunyikan perasaannya di balik tawa dan obrolan ringan, takut sebuah pengakuan akan menghancurkan segalanya. Sementara itu, Alvan tetap sama-hangat, perhatian, tapi tak pernah melihatnya lebih dari seorang sahabat. Hingga suatu hari, sesuatu terjadi. Sesuatu yang mengubah segalanya.All Rights Reserved
1 part