Nada yang hilang

Nada yang hilang

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 29, 2025
Setiap nada yang dia petik terasa magis, menghipnotis siapa pun yang mendengarnya. Termasuk aku. Tapi tidak seperti mereka yang hanya terpikat pada suaranya, aku jatuh pada dirinya-pada caranya tersenyum, pada tatapan matanya saat tenggelam dalam melodi. Sayangnya, cintaku hanya bertepuk sebelah tangan. Aku melukisnya dalam setiap kanvas, namun di dunianya, aku hanyalah bayangan yang nyaris tak terlihat. Aku mencoba merelakan, mencoba mencari warna lain untuk melukis kebahagiaanku sendiri... sampai suatu hari, dia datang padaku. Dengan gitar di tangannya dan kata-kata yang tak pernah kuduga. "Apa bisa aku menjadi warna dalam lukisanmu... sebelum semuanya terlambat?" Sebuah kisah tentang cinta yang tak pernah terbalas... atau mungkin hanya butuh waktu untuk disadari? apakah mungkin untuk rathala mendapatkan azviel? atau hanya hayalan belaka.
All Rights Reserved
#14
gitar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Petikan Lingga
  • Sebuah Antara ✔
  • Kisah Kasih Gelisah ㅡ [COMPLETED]
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines