When We Are No Longer-END || [HAENING]

When We Are No Longer-END || [HAENING]

  • WpView
    Reads 4,083
  • WpVote
    Votes 1,211
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 20, 2026
"Andai semesta berpihak kepada kita, Mawar." -Harvey Maheswara Tidak semua perpisahan diawali oleh kata selamat tinggal. Sebagian dimulai saat seseorang memilih diam, dan menyimpan segalanya sendiri. Ini adalah kisah Harvey Maheswara. Tentang cinta yang tidak pernah berkurang, namun harus belajar melepaskan sebelum waktunya habis.
All Rights Reserved
#14
sunflies
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lepas, lalu tumbuh ||On Going||
  • KELUARGA SUAMIKU [TAMAT]
  • Behind Our Eyes
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • what if? (END)
  • Menikahi Rahasia | Marrying Your Secrets
  • Sebening Syahadat 2 : Untaian Rasa

Kini kau datang membawa sesal-sesalmu datang terlambat, seperti hujan yang turun setelah api yang telah habis membakar segalanya. Setelah kau putuskan dengan mantap melangkah di jalan yang kau sebut terbaik, tanpa menoleh ke belakang, bahkan kau seperti tak sudi lagi menggenggam tanganku, nyatanya ini juga tangan yang dulu dengan senang hati merangkulmu dikala sedih dan menyambut rapuhmu kala kau tak sanggup berdiri. Kau belah 'kita' menjadi dua yang asing 'aku' dan 'kamu', tanpa ragu, seolah semua kenangan tak lagi berarti, seolah cinta tak pernah menjadi alasan untuk kita bertahan. Kau tak tahu saja, tulus ini tiada yang jual di pasaran. Kelak jika nanti dia yang kau pilih tak lebih dari aku, ingat satu hal dariku ; hati yang pernah terluka tak selalu ingin disembuhkan oleh tangan yang sama yang membuatnya retak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines