DARAH YANG TAK TERPILIH

DARAH YANG TAK TERPILIH

  • WpView
    LECTURAS 28
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 19, 2025
"Seandainya aku bisa memilih, aku ingin lahir dari cinta, bukan dari pengkhianatan." Dhirga Arsaka tidak pernah benar-benar merasa memiliki rumah. Sejak kecil, ia hidup dalam bayang-bayang aib yang tidak pernah ia lakukan. Lahir dari hasil perselingkuhan, ia hanya dianggap sebagai beban, sebagai anak yang tidak diinginkan. Di rumah, ia adalah luka yang selalu diungkit. Di luar rumah, ia adalah aib yang selalu dibisiki di belakang punggungnya. Namun, Dhirga tidak pernah menyerah. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Aku akan membuktikan bahwa aku bisa lebih dari sekadar "anak haram" di mata mereka. "Kamu nggak sendirian, Dhir. Aku dan Celine selalu ada buat kamu." - Raka Pradipta, sahabat yang sudah seperti saudara. Dengan tekad yang lebih kuat dari batu, Dhirga merintis jalannya sendiri. Ia bertahan di sekolah dengan prestasi, mencari pekerjaan sambilan untuk mandiri, dan mengorbankan banyak hal demi masa depan yang lebih baik. Tapi saat ia berpikir semuanya mulai membaik, keluarganya kembali menghancurkannya. Kali ini, ia benar-benar harus memilih: Bertahan dalam luka atau meninggalkan semuanya untuk hidupnya sendiri. "Kenapa dulu ibu nggak menggugurkan aku saja?" - Dhirga, di ambang keputusasaan. Di tengah perjalanan penuh duka, ada dua orang yang selalu menggenggam tangannya. Raka, sahabat yang selalu siap membelanya. Dan Celine, gadis yang menjadi tempat ternyamannya berkeluh kesah. Tanpa mereka, mungkin Dhirga sudah tumbang sejak lama. Namun, apakah cinta dan persahabatan cukup untuk menyembuhkan luka yang sudah mengakar? Ataukah Dhirga harus menghadapi semuanya sendirian? Sebuah kisah tentang perjalanan menemukan arti keluarga, persahabatan, dan harga diri. Tentang seseorang yang lahir dari darah yang tak terpilih, tetapi tetap berhak atas kebahagiaan. "Suatu hari, aku akan pulang. Bukan sebagai beban... tapi sebagai bukti bahwa aku bisa berdiri tanpa mereka."
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Puing luka
  • TRAUMA
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Mahligai Sunyi
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Naura & Lukanya
  • Peluk Aku, Tuan

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido