Heart Button

Heart Button

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 15, 2025
Keira Honoria selalu berusaha terlihat sempurna di setiap jepretan, memilih outfit terbaik dan senyum paling manis, berharap dunia melihatnya seperti itu. Tapi di balik layar, ada rasa ingin diperhatikan, diterima, dan dilihat sebagai seseorang yang lebih dari sekadar gambar. Ketika dia mencoba menarik perhatian seseorang spesial, Keira mulai merasakan tekanan untuk menjadi lebih dari apa yang dia sebenarnya. Namun, di tengah segala usaha untuk tampil sempurna, Keira akhirnya sadar bahwa yang paling berharga bukanlah tampilan luar, melainkan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Dalam perjalanan ini, dia belajar bahwa keindahan sejati datang dari ketulusan dan kebebasan dari ekspektasi. Ditemani teman yang penuh warna dan humor, Keira menemukan bahwa kebahagiaan tidak datang dari sekadar "likes" di media sosial, tetapi dari rasa nyaman dengan diri sendiri. Cerita ini adalah tentang perjalanan menemukan jati diri, melepaskan tekanan sosial, dan merayakan setiap momen tanpa perlu khawatir terlihat sempurna. Jadi, siap untuk bergabung dengan Keira dalam petualangan seru ini? Karena kadang, hal yang paling menyenangkan adalah melepaskan filter dan menjalani hidup dengan penuh tawa dan percaya diri!
All Rights Reserved
#7
selflovejourney
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Meneroka Jiwa 2
  • H A T E(END)
  • ELEGANCE IN THE CHAOS
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • LBK: Liliy, Biru, Kael
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • How to Be Classy Woman
  • Insecure [REVISI]
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines