Dua Tangan, Dua Roda

Dua Tangan, Dua Roda

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 28, 2025
Cover menggunakan sendiri. *** "Adil ka talino Bacuramin ka basengat ka jubata. Arus, arus, arus." -Dayak *** Seandainya takdir bisa dipilih, mungkin remaja yang bernama Aldianur tak akan pernah mau hidup dengan kedua kakinya yang lumpuh. Tak pernah mendapatkan keberuntungan, selalu membuat orang sekitar terbebani atas kehadirannya. Seandainya ia tak memiliki satu mimpi yang harus dipesankan oleh mendiang sang papa, mungkin laki-laki itu sejak dulu sudah tak ada di dunia ini, dengan memutuskan untuk pergi menyusul papanya yang berada di atas langit sana, tanpa meninggalkan jejak. Akan ada banyak hal yang ingin Aldianur sampaikan kepada para pembaca, melalui kisah yang sengaja dia tulis didalam buku hariannya. Maka dari itu, mari kita ikuti perjalanan Aldianur, masuklah ke dalamnya dan posisikan sebagai dia. *** Warning! Banyak adegan kekerasan, pembullyan, kata kata kasar dan lain-lain. Saya mohon, jangan pernah berniat untuk plagiat cerita ini. Gimana susahnya membuat cerita, menyisihkan waktu dan tenaga! Tolong kerja sama nya!!! Jika ada kesamaan dalam cerita, itu murni ketidaksengajaan. Cerita ditahun 2021, dibuat ulang dari awal sampai ending dengan versi yang berbeda.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Imam Terbaikku (END)
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • Close To You
  • 12 (Masa Lalu Dan Masa Depan) [COMPLETED]
  • ENTSCHULDIGUNG [COMPLETED]
  • Self Injury's(complete)✔
  • Bumi & Takdirnya
  • LANGIT & BULAN
  • SENYUMAN TERAKHIR (On-going_Revisi)
  • ADILA { End }

Berawal dari pertemuan pertama yang tak di sengaja, lalu tumbuh sebua rasa yang tak bisa di jelaskan. Serumit itukah sebuah rasa? Awalnya terasa begitu semu, hampir tak terlihat. Aku pikir itu akan menghilang seiring berjalannya waktu, tetapi takdir berkata lain. Perasaan itu begitu jelas, sangat jelas bakan sulit untuk di tutupi. Raga yang tak pernah bertemu lagi, namun hati dan pikiran yang selalu merindu. Berjuang di sepertiga malam, memohon pada Sang Pencipta untuk menjaga hatinya untukku. Aku tidak pernah tahu akhir dari sebuah rasa ini, yang aku tahu hanya memperjuangkanmu melalui doa, walaupun semuanya masih terlihat begitu abstrak untukku. Karena aku percaya, kamu adalah takdirku. Proses Revisi. Cerita ini akan banyak berbeda dari cerita awal. ©Copyright, DillaChoii.2019 PLAGIAT MENJAUHLAH!! JADIKAN CERITA INI INSPIRASI, BUKAN DI COPY!! Revisi 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines