Tuhan, Aku Yang Mana?

Tuhan, Aku Yang Mana?

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 31, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Jika aku tersenyum, apakah itu aku atau dia? Jika aku menangis, siapa yang sebenarnya terluka? Jika aku menghilang... apakah ada yang peduli siapa yang pergi?" Saka hidup di dunia yang terus mengusirnya. Ibu kandungnya meninggal saat hari ulang tahunnya, ayah kandungnya membenci keberadaannya, dan rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung malah terasa lebih dingin dari angin malam. Ibu tiri dan adik kandungnya mencampakkannya, menatapnya seolah dia bukan bagian dari keluarga. Di sekolah, dia adalah murid terpintar, ranking satu, kebanggaan para guru. Tapi tak ada yang peduli pada tubuhnya yang makin melemah, darah yang perlahan mengkhianatinya, atau luka-luka yang tersembunyi di balik seragam. Mereka hanya melihat anak culun yang terlalu lemah untuk melawan saat diinjak-injak. Namun, diantara semua orang yang membencinya, ada satu orang yang selalu berada di sisinya-Rania, kakak tirinya. Seorang mahasiswa psikologi yang memahami luka-luka yang tidak bisa dilihat mata. Rania satu-satunya yang menyadari bahwa Saka dibully di sekolah, tapi tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah. dia tidak tahu bahwa luka Saka lebih dari sekadar ejekan dan pukulan teman-temannya. Dia tidak tahu bahwa setiap pulang sekolah, Saka harus menghadapi tangan ayahnya yang terangkat tinggi, lebih menyakitkan dari semua hinaan yang pernah dia dengar. Tapi di dalam kepalanya, juga ada seseorang-seseorang yang kuat, yang tak takut melawan, yang siap mengambil alih kapan saja. Sampai kapan dia bisa bertahan? Sampai kapan dia bisa menahan 'dia' yang lain agar tetap terkunci? Karena semakin lama, suara itu semakin keras... dan dia mulai bertanya-tanya "Jika suatu hari aku membuka mata dan bukan lagi aku yang mengendalikan tubuh ini... akankah Tuhan masih mengenal siapa aku sebenarnya?"
All Rights Reserved
#73
kepribadianganda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Insecure [REVISI]
  • ALXERO
  • SYAKIRA how are you?
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • Untuk Saka

Namanya Satria Dirgantara. Seperti namanya, ia seorang kesatria, tapi ... kesatria tanpa senjata. Membuat dirinya mudah sekali terluka. Dan, jadilah ia remaja enam belas tahun yang berteman akrab dengan luka. Remaja yang memiliki senyum secerah senja dan tatapan sekelam samudra. Jika sudah tersenyum secerah itu maka topengnya nyaris sempurna, menyembunyikan goresan panjang tepat di dada. Tak akan ada yang tahu kalau ia sedang berpura-pura bahagia. Sebab rasa sakitnya, tak akan ia biarkan siapa pun tahu seberapa beratnya. Cukup orang-orang menilai bahwa ia adalah sosok paling bahagia di dunia. Namun, benteng pertahanannya mulai goyah semenjak ibunya telah tiada. Padahal ia hanya punya ibu saja di dunia. Lalu, lelaki itu datang, memberinya ucapan penenang, juga peluk hangat yang entah kenapa membuat dia bisa merasakan hangat pelukan Sang Ayah yang selama ini hanya ia damba dalam bayang-bayang. Lelaki itu memperkenalkan namanya sebagai Fandi sekaligus ayahnya. Kemudian semua berjalan begitu saja. Keluarga Fandi yang awalnya baik-baik saja itu hancur karena kedatangan Dirga. Membuat ibu dari dua anak kembar Fandi yang lain pergi dari rumah, dan Dirga harus menerima tatapan tak suka juga perlakuan kasar dari salah satu abang kembarnya. . "Gue emang enggak pantas jadi adek lo berdua, Bang."--Satria Dirgantara . "Gue bukan abang lo, jadi stop panggil gue 'abang'. Satu lagi, Fian juga bukan abang lo. Dia cuma punya satu adek, yaitu gue." --Refino Aditya . "Kalau disuruh memilih antara kalian berdua, jelas gue enggak bisa milih salah satunya. Karena kalian berdua sama-sama adek gue."--Refian Aditya

More details
WpActionLinkContent Guidelines