Hail Mary Vlucht [ ON GOING ]

Hail Mary Vlucht [ ON GOING ]

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 14, 2025
( FOLLOW DULU SEBELUM BACA ) Marcelline Laurencia, Anak yang baru memasuki umur 17 dan harus merantau untuk kuliah. Marcelline untuk pertama kalinya merantau sendirian keluar kota tanpa bantuan keluarganya, untungnya ada sahabat Marcelline yang sentiasa membantunya. Dia menemukan Antariksa Matthijs tanpa sengaja di lorong kelas, Marcelline menabrak tubuh Matthijs tanpa sengaja karena terburu-buru. Tetapi Matthijs justru tidak marah, ia hanya tersenyum melihat kecerobohan Marcelline Sejak hari itu hubungan Marcelline dan Matthijs berubah dari Senior dan Maba menjadi Pacar?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SeKalya
  • DAKSA [END]
  • ABIAN  [END]
  • 𝗛𝗔𝗟𝗟𝗢, 𝗔𝗚𝗔𝗦𝗧𝗛𝗔!
  • ALKASYHA√
  • Debating Hearts | Jangkku
  • Antariksa [Complete]
  • EDGARDO [BERAKHIR]✔️
  • I'm Not A Villainess
  • SECRETLLY LOVE YOU
SeKalya

"Pakai, Kal. Anginnya jahat malam ini," ucap Sean lembut. Kalya justru mundur selangkah, menepis tangan Sean hingga jaket itu jatuh ke aspal basah. Matanya yang jernih tampak berapi-api oleh rasa takut yang disamarkan sebagai kemarahan. "Lo mau apa, Sean?" suara Kalya parau. "Lo kasih gue susu hangat, lo jemput gue tiap pagi, sekarang lo kasih jaket. Lo mau minta apa dari gue sebagai gantinya? Nilai? Uang? Atau apa?" Sean terdiam, menatap jaketnya yang kotor tanpa rasa kesal. "Gue nggak minta apa-apa, Kal. Gue cuma mau lo nggak kedinginan." Kalya tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar menyakitkan. "Nggak ada yang gratis di dunia ini, Sean. Berhenti bersikap tulus, karena gue nggak tahu cara bayarnya." ༼⁠ ⁠つ⁠ ⁠◕⁠‿⁠◕⁠ ⁠༽⁠つ Ini adalah kisah tentang bagaimana rasanya menjadi haus di tengah hujan. Kalyani Nirankara dikelilingi oleh banyak hal, tapi ia kelaparan akan rasa aman. Ia adalah perempuan yang dipaksa tanpa cela oleh tuntutan keluarga Adiwangsa, menyembunyikan luka di balik seragam lengan panjang yang selalu tertutup rapat. Sean Diratama hadir bukan sebagai pahlawan yang bisa langsung menyembuhkan segalanya. Ia hanyalah laki-laki yang mencoba memahami betapa hancurnya seseorang yang dipaksa terlihat hebat oleh dunia. Nama SeKalya menjadi saksi bahwa pertemuan mereka adalah sebuah kejadian satu kali yang meninggalkan bekas abadi. Sebuah perjalanan yang menjadi penentu; apakah mereka akan berakhir dengan menyembuhkan luka lama, atau justru harus merelakan satu-satunya harapan yang pernah mereka punya. Latar: Jakarta, 2026 SMA Paramitha, Kelas 12

More details
WpActionLinkContent Guidelines