Pucat dalam Bayangan

Pucat dalam Bayangan

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 28, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Elara kehilangan segalanya dalam satu malam-orang tuanya tewas dalam kecelakaan, meninggalkannya dengan luka yang tak terlihat di permukaan. Sejak itu, hidupnya berubah menjadi bayangan yang semakin memudar. Sekolah bukan lagi tempat yang aman, karena geng yang menguasai seluruh akademi menjadikannya target bullying tanpa akhir. Satu-satunya keluarga yang tersisa, Adrian, kakaknya, justru terasa seperti sosok yang jauh. Dia ada, tapi tidak benar-benar hadir. Ketika seorang siswa baru mulai menunjukkan kepeduliannya, Elara ingin percaya bahwa masih ada cahaya di dunianya. Tapi trauma terlalu dalam, dan bayangan masa lalu terus menghantuinya. Sementara itu, Adrian berjuang dengan gengsinya sendiri-ingin melindungi adiknya, tapi tak tahu bagaimana caranya. Di antara luka, hujan, dan kata-kata yang tak pernah terucap, mungkinkah Elara menemukan kembali warna dalam hidupnya? Atau akankah dia terus tenggelam dalam bayangan yang semakin pucat?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • To Heal
  • Cinta untuk Vanea
  • Dalam Mercusuar [END]
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • 𝓑ehind the rain
  • Bulan Retak di Langit Senja

"Katanya hujan selalu membawa berkah... tapi tidak bagiku. Sebab hujanlah yang membawa pergi semua yang pernah kupunya." Ia tak pernah tahu dari mana ia berasal. Tak pernah tahu siapa yang harus ia cari. Hidup di balik tembok panti asuhan, Alea tumbuh dengan senyum yang menyembunyikan luka. Tapi ketika langkahnya membawanya ke sebuah sekolah, hidupnya berubah drastis. Rasa asing, tatapan penuh benci, dan rasa sakit yang perlahan terasa... familiar. Mungkinkah takdir sedang bermain, atau memang hujan malam itu tak pernah benar-benar reda?

More details
WpActionLinkContent Guidelines