Liontin Time (NominHyuck)

Liontin Time (NominHyuck)

  • WpView
    Reads 8,076
  • WpVote
    Votes 619
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 7, 2025
Haechan membuka mata. Bukan di kamarnya yang sederhana, tapi di sebuah ruangan hutan, dikelilingi pepohonan rindang yang sejuk. Napas lega keluar dari bibirnya. Ia berpindah dunia, tapi bukan ke tempat yang berbahaya. Ini kerajaan yang makmur, jauh dari bayangan perang dan kemiskinan yang pernah ia bayangkan. Syukur tak terhingga terucap dalam hati, ucapan syukur kepada Tuhan yang telah membawanya ke tempat yang aman. Namun, lega itu hanya sesaat. Kehidupan lurus dan tanpa rintangan yang selama ini ia jalani sirna. Di dunia baru ini, ia harus berhadapan dengan intrik istana, permainan kekuasaan, dan para penghuni kerajaan yang menyimpan rahasia dan ambisi masing-masing. Bisakah ia, Haechan yang polos dan lugu, bertahan di tengah pusaran kehidupan yang penuh liku ini? Akankah ia mampu menerima takdir barunya, takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya? Keraguan mulai menggerogoti hatinya. Ia harus belajar beradaptasi, belajar berjuang, dan mungkin... belajar untuk bermanis muka. Dunia baru ini, seindah apapun kelihatannya, menawarkan tantangan yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan. Tantangan yang akan menguji kekuatan dan ketahanan batinnya hingga batas kemampuannya. Apakah ia akan mampu melewatinya? Hanya waktu yang akan menjawab. Petualangan baru Haechan baru saja dimulai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • ›𝚃𝚛𝚊𝚞𝚖𝚊 & 𝚃𝚑𝚛𝚘𝚝𝚝𝚕𝚎 | »Nohyuck! [END]
  • [✓] Ocean Eyes Arc #2: Burning Soul [Bahasa]
  • Scelta reale (NOHYUCK vers) END
  • How To Fall in Love - NoHyuck -
  • Menghitung Hujan (Markhyuck)
  • Forget me not
  • Renjana [COMPLETED]
  • BOUND BY DESIRE

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines