Pantas Bahagia

Pantas Bahagia

  • WpView
    LECTURAS 112
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, abr 28, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
"Apakah orang seperti kami pantas bahagia?" *** Cellerine Katarina Zeara,cewek paling populer di SMA Cakrawala. Sayangnya ia memiliki satu kekurangan. Yaitu tidak menyukai lawan jenis. Di sisi lain ada cowok ganteng banget,kaya,berkarismatik. Alpha namanya. Sama seperti Karin,ia juga punya satu kekurangan. Tidak suka cewek tapi ingin hasratnya terpenuhi dengan cara yang menyimpang. Keduanya tak sengaja dipertemukan oleh alam semesta. Kemungkinan besar dengan alasan yang cukup sederhana. Kesadaran. Sadar bahwa hal yang mereka lakukan selama ini merupakan suatu kesalahan yang besar sehingga keduanya harus membayar akibat dari perbuatannya itu.
Todos los derechos reservados
#20
kesadaran
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • AMARINE [COMPLETED]✓
  • Karin(COMPLETED)
  • The End (Bluesy 💙) END! ✔️
  • New Girl in School?! [END]
  • Jeno's
  • Mama Gula
  • Run Away
  • Rumor Girl | JenoxKarina

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido