Silence Behind The Spotlight

Silence Behind The Spotlight

  • WpView
    LECTURES 2,498
  • WpVote
    Votes 1,563
  • WpPart
    Chapitres 44
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., févr. 26, 2026
❌ DILARANG COPY PASTE CERITA ⚠️ BUDAYAKAN KREATIF SENDIRI TANPA MENJIPLAK ❌ "Tersenyum, Leony. Penonton tak perlu tahu kau hancur." Di balik gemerlap kostum dan gemuruh tepuk tangan, Leony menyimpan luka yang tak terlihat. Trauma yang ia pendam dalam diam, lahir dari perlakuan tidak pantas yang ia alami di balik panggung. Namun ia tak pernah benar-benar berani bersuara-karena setiap kali ia ingin bicara, suara orang tuanya terdengar lebih keras daripada suara hatinya sendiri. "Kalau aku bicara, siapa yang akan percaya?" Ketika tubuhnya mulai kelelahan dan jiwanya ingin menyerah, Leony justru dituntut lebih keras: untuk menang, untuk sempurna, untuk terus menari. Tapi sampai kapan ia harus bertahan demi mimpi orang lain, sambil mengorbankan dirinya sendiri? Di panggung yang selalu menuntut segalanya darinya, Leony mulai menyadari satu hal: Kadang keberanian bukan soal memenangkan kompetisi, tapi soal menyelamatkan diri sendiri.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Layà & Diga
  • Waktu?
  • Never Be The Same
  • Hilang
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Lost In Your Song
  • My Beloved Revenge [END]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Layà Lexana, perempuan yang terlihat tangguh, namun menyimpan berjuta perasaan yang tak pernah benar-benar ia pahami. Hingga semesta mempertemukannya dengan Diga Pradikta-seseorang yang mengajarkannya arti kehangatan, keberanian, dan cinta. Diga datang seperti angin musim semi, membuat Layà merasakan sesuatu yang belum pernah ia kenal sebelumnya: jatuh cinta. Namun, semesta tak pernah berjanji untuk mengabadikan kisah mereka. Layà dan Diga saling menggenggam, saling menjaga, tetapi tak pernah benar-benar saling memiliki. Dan ketika perasaan yang lama terpendam akhirnya berani mencari cahaya... akankah cinta cukup kuat untuk melawan waktu, pilihan, dan rasa takut-atau justru semuanya telah terlambat?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu