Story cover for SEORANG ALDIGRA by nisa_lian
SEORANG ALDIGRA
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 29, 2025
Cerita ini mengisahkan seorang gadis yatim piatu yang menemukan seorang pria korban kecelakaan tunggal.
Ia membawa pria itu kerumahnya,ketika pria itu sadar ternyata ingatannya hilang,alhasil gadis itu pun dengan suka rela merawat pria itu hingga pulih meski ingatannya belum kembali.
Melewati hari hari bersama,rasa cinta mulai muncul membuat keduanya menjalin hubungan,bahkan melakukan hubungan seks karena sudah yakin satu sama lain.
Hingga suatu ketika,orang tua pria ini datang menjemputnya,pria itu berjanji akan datang kembali menemui kekasihnya itu,tetapi itu semua tidak terjadi karena rasa benci yang melebihi segalanya.


PENASARAN DENGAN CERITANYA?

IKUTI SELALU CERITA "SEORANG ALDIGRA"
All Rights Reserved
Sign up to add SEORANG ALDIGRA to your library and receive updates
or
#315benci
Content Guidelines
You may also like
ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ] by ytoway
14 parts Complete
Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.
You may also like
Slide 1 of 9
H(our)s cover
Endaru Arga || On Going cover
𝐒𝐡𝐨𝐮�𝐥𝐝 𝐈? cover
ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ] cover
Azeleonard cover
Samudra Tawar [End] cover
No Cerai No Pisah! cover
After Bad cover
Senandika : Titik Temu cover

H(our)s

32 parts Complete

"Aku sangat kesakitan." "Jangan katakan apapun." "Aku ingin terbang bebas." "Fanya...." "Aku ingin memberi tahumu beberapa rahasia." "Apa itu?" tanyanya diikuti dengan tatapan beberapa orang yang berada di ruang operasi. "Aku tidak pernah berhenti mencintaimu bahkan saat di hatiku ada orang lain. Kamu selalu dan selamanya akan ada di dalam hatiku. Kamu menjadi salah satu kesempurnaan dalam hidupku yang penuh dengan kemalangan." "Aku tahu." "Setiap jam yang aku habiskan denganmu adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan. Setiap jam yang kamu habiskan untuk mengusap lembut perutku adalah kebahagiaan terindah yang aku rasakan selama kehamilanku. Dan setiap jam aku selalu mencintaimu sebagai bagian dari hidupku. Terima kasih." "...."