SAAT DAN SETELAH BADAI

SAAT DAN SETELAH BADAI

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 1, 2025
Bertahan dengan alasan yang sederhana, berharap nantinya kebahagiaan akan datang menyapa, setelah badai panjang dengan waktu yang lama menerpa. Hanya tentang Rhenaya Jesselle dengan perjalanan hidupnya yang sudah di terpa oleh badai sedari lahirnya. padahal Naya hanya menginginkan sebuah kebahagiaan yang sederhana, mengapa tuhan begitu tega mempersulit dirinya? !!semangat author akan membara jika kalian follow akunnya dan sering vote di setiap chapternya!! Murni hasil dari otak original punya gue sendiri! Dilarang keras untuk menjiplak ataupun plagiatin ini cerita ya bro! Cover by pinterest
All Rights Reserved
#807
kasar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Matahari
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • Zeyra And Her Clingy Boy (END)
  • Valery
  • AL: Stand Alone [END]
  • You Are My Only One (REVISI)
  • Goodbye Alaska [END]
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • CARAMEL✔
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines