Memeluk Ikhlas Sebuah Penantian

Memeluk Ikhlas Sebuah Penantian

  • WpView
    Reads 233,724
  • WpVote
    Votes 10,843
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Mar 2, 2026
Amara mencintai Batara. Itu pilihan hidupnya. Baginya, Batara adalah perwujudan cinta paling indah yang pernah dianugerahkan semesta. Namun, tak semua cinta berjalan searah. Tak semua rasa menemukan rumahnya. Seperti cinta bertepuk sebelah tangan pada umumnya, semesta seolah tak berpihak padanya. Batara mencintai perempuan lain, Rembulan. Bertahun-tahun berlalu sejak malam yang tak terlupakan itu. Kini mereka kembali bertemu, dalam pertemuan yang tidak direncanakan, tidak terduga, membawa serta semua perasaan yang berusaha dikubur. Bagi Amara, Batara adalah anugerah. Sosok yang ia anggap sebagai bentuk nyata dari kebaikan tangan Tuhan. Ia tidak menyesali cintanya, tidak pernah menyesal menempatkan hatinya pada Batara. Mencintai Batara adalah hal terindah yang pernah ia lakukan, meski harus mencintai dalam diam, meski harus rela hanya menjadi pengagum tanpa tempat pulang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • To Love You More (TAMAT)
  • Imam untuk Gladysa✓
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • YAKIN (SELESAI)
  • Takdir Cinta❤[End]
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • SATYAPREMA
  • Deru Tresna Aruna
  • SI RAJA MODUS [Sebelumnya August Yearning]
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines