Undercover at 1940

Undercover at 1940

  • WpView
    Reads 2,014
  • WpVote
    Votes 303
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 1, 2025
Ketika iman dan pengikutnya memudar, agama-agama kuno itu terancam lenyap. Dewa-dewa yang pernah disembah dengan takjub, kini terpinggirkan oleh kemajuan zaman yang tak terbendung. Namun, dalam suatu pertemuan rahasia, mereka memutuskan untuk bangkit kembali dan merebut kembali posisi mereka sebagai penguasa alam semesta. Setelah kehancuran Olympus, Zeus dan para dewa yang tersisa berpencar ke seluruh dunia. Hermes, sang dewa pembawa pesan, memilih Indonesia-yang saat itu masih bernama Hindia Belanda-sebagai tempat bersembunyi. Pada tahun 1940, ia menyamar sebagai Jasper van Djik, seorang pria Belanda berkulit putih, berambut pirang, dan bermata biru, menjalani kehidupan abadinya di negeri yang tengah bergejolak. Di sisi lain, di tahun 2025, seorang jurnalis kritis bernama Hyang diculik oleh sosok misterius dan dibawa ke sebuah rumah terpencil di tengah hutan. Tanpa diduga, ia mengalami transmigrasi waktu ke tahun 1940 dan terjebak dalam tubuh seorang gadis pribumi dari keluarga jelata. Dalam dunia yang asing dan penuh intrik, Hyang harus menemukan jalan untuk bertahan, sembari tanpa sadar menjadi bagian dari takdir para dewa yang ingin bangkit kembali.
All Rights Reserved
#2
hermes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Indurasmi Batavia✧ [𝒂 𝒉𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒇𝒊𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏]
  • RENJANA⚜ ✔
  • A Thousand Years [Pierre Tendean Fanfic]
  • My Duchess / End
  • Druid : Secret Garden
  • HEXAGON [2] | Singularitas Hitam Putih ✅
  • Surat MISTERIUS ✔️
  • Wiyata Saujana
  • Hey, She's Not a Believer
  • Hey, He's Not Your God

Batavia, 1923. ❝Semua tentangmu adalah pesona, Nona. Sebuah puisi yang lebih nyata dari ilusi.❞ ~ Carel Arthur van Mook, 1923. Maka biarkan kisah ini mengalir bagai luka yang tak pernah sembuh, menganga dari masa ke masa. Ini bukan semata cerita tentang Alma, gadis dari tahun 2022 yang gagal menggenggam pas de deux-nya bersama sang Albrecht. Ini adalah elegi yang lebih kelam - tentang pria Belanda dari abad sembilan belas yang rela diperbudak oleh rindu yang perlahan merobek nuraninya hingga porak-poranda. Ini adalah kisah yang bukan untuk bahagia. Kisah ini adalah kisah luka yang terus terpendam. Di dalam hati mereka, ada ruang yang tak bisa terisi. Rindu yang terus tumbuh, tetapi tak pernah ada harapan untuk itu. Setiap detik yang berlalu, semakin terasa hampa, semakin terasa kosong. Alma tahu bahwa cintanya adalah sesuatu yang hanya ada di dalam mimpi, dan bahkan mimpi pun mulai hilang di antara awan mendung yang menutupi langit hatinya. Kisah ini bukan hanya tentang dua orang yang terpisah oleh waktu. Ini adalah tentang mereka yang merindukan sesuatu yang tak bisa dijangkau, yang selalu hanya ada di ujung jari, tetapi tidak pernah bisa digenggam. Sebuah harapan yang akhirnya terpecah, menjadi serpihan-serpihan kenangan yang hanya akan membuat hati semakin hancur. Rindu itu ... semakin berat, semakin tak tertahankan. ❝Semesta... tolong bunuh rindu ini. Tunjukkan bahwa Engkau bisa membuat rindu ini andam karam sampai tiada bersisa. Buat aku melupakan semua tentang indurasmi Batavia.❞ ~ Alma Himeka Badra, 2025. 🌕--------🌙--------🌕 ✧ [17+] ༆ sebuah fiksi sejarah, karya @sssakalade ✧ Agustus, 2020. (Update Sabtu & Minggu)

More details
WpActionLinkContent Guidelines