Amarelo

Amarelo

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 28, 2025
Orang tuaku memang baik. Tapi aku tidak ingin menjadi ibu seperti Ibu dan tidak ingin memiliki suami seperti Bapak. Tentunya, aku tidak ingin anak - anakku tumbuh seperti aku. Keluargaku mungkin berantakan, aku juga belum cukup beruntung dalam percintaan, banyak pula rencana yang tidak terealisasi dan hasil yang berkhianat, tapi Allah masih menopangku berdiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Raka Alandra (Terbit)
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • 𝐇𝐞'𝐬 𝐏𝐫𝐚𝐝𝐢𝐩𝐭𝐚? [TAMAT]
  • Eliinaa
  • Aricela Sheren Akusara
  • Senja yang mendung
  • Gadis Kecil Ayah [SUDAH TERBIT]
  • Aku, Luka Dan Lupa

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines