Ethereal

Ethereal

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 2, 2025
Semua yang disentuhnya berubah menjadi abu. Semua yang dicintainya berakhir dalam nyala api. Steven Hart tidak pernah meminta ini-kutukan yang mengikuti sejak lahir, membakar jejak di setiap langkahnya. Tapi ketika serangkaian kematian aneh mengguncang kota, ia mulai bertanya-tanya... Apakah ia korban? Atau justru dalangnya? Di antara bayangan dan bara yang tak padam, muncul sebuah cahaya yang warnanya kerap berubah-ubah. Steven mengenalnya sebagai satu hal. Ethereal. t/n: cerita ini merupakan re-write dari cerita saya yang sudah ada sebelumnya, tetapi dengan gaya penulisan yang berbeda. Happy reading!
All Rights Reserved
#551
tragedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • KERTAS dan KANVAS
  • SANG PAWANA [END S.2]
  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • Transmigrasi Abyan (tidak di lanjutkan)
  • A. N. D. A. R. A_ "Aurelia Never Dances Alone Ruin Awaits"
  • Nightfall
  • THE ANGVILS [ON GOING]
  • ROYAL PRINCE AND HIS INNOCENT MAID
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines